TRIBUNNEWS.COM - Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka telah menjabat sebagai Presiden RI selama setahun pada Senin (20/10/2025) hari ini.
Beberapa lembaga survei pun telah merilis kinerja Prabowo dari sisi kepuasan publik.
Berdasarkan catatan Tribunnews.com hingga hari ini, ada dua lembaga yang telah merilis hasil surveinya yakni Poltracking dan Center of Economic and Law Studies (Celios).
Survei dari kedua lembaga itu menunjukkan hasil yang kontras terkait kepuasan publik terhadap kepemimpinan Prabowo dan Gibran dalam setahun pertama.
Tribunnews.com pun lantas membandingkan hasil survei Prabowo-Gibran dengan mantan Presiden, Joko Widodo (Jokowi) dan mantan Wakil Presiden, Ma'ruf Amin terkait kinerja di tahun pertama pemerintahannya.
Adapun Tribunnews.com turut mengutip hasil survei yang dirilis oleh dua lembaga. Namun, lembaga yang diambil datanya berbeda dengan yang melakukan survei terhadap kinerja Prabowo-Gibran.
Dua lembaga yang dimaksud yakni Litbang Kompas dan Populi Center.
Lalu bagaimana perbandingan kepuasan publik terhadap Prabowo-Gibran dan Jokowi-Ma'ruf Amin di tahun pertama pemerintahan?
Baca juga: IndoStrategi Rilis 10 Kementerian Terbaik, 4 Diantaranya Disebut Menteri Kunci Prabowo
Kepuasan Publik Prabowo-Gibran
Survei Poltracking: Tingkat Kepuasan Tembus 78,1 Persen
Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yuda, mengungkapkan kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo-Gibran dalam setahun pertama pemerintahan mencapai 78,1 persen.
"Ini adalah gabungan tingkat kepuasan kinerja pemerintah Prabowo-Gibran. Jadi secara pemerintahan gabungan, pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran. Jadi 78,1 persen mengatakan puas, 19,3 persen yang tidak puas," ujar Hanta, Minggu (19/10/2025).
Hanta membeberkan sejumlah alasan sehingga kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo-Gibran bisa hampir 80 persen.
Di antaranya yakni kepemimpinan mereka dianggap tegas, adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG), jaminan layanan kesehatan, hingga terkait akses pendidikan.
Di sisi lain, Hanta turut membeberkan ketidakpuasan publik terhadap kinerja Prabowo-Gibran yaitu ekonomi dianggap belum stabil hingga minimnya lapangan kerja yang tersedia.
"Ekonomi yang belum stabil, bantuan tidak tepat sasaran, kasus korupsi, harga kebutuhan pokok mahal, kurangnya lapangan kerja, kinerja yang belum terbukti," jelas Hanta.
Baca tanpa iklan