News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Satu Tah

Prabowo Ibaratkan Kabinetnya Bak Tim Sepak Bola: Ada yang Striker, Ada yang Bertahan

Penulis: Muhamad Deni Setiawan
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PRABOWO MINTA MAAF - Presiden Prabowo Subianto ketika berpidato dalam Sidang Kabinet di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). Saat menyampaikan pidato pada sidang kabinet paripurna, Presiden Prabowo Subianto mengibaratkan Kabinet Merah Putih seperti tim sepak bola.

Pandangan Ekonom terkait Setahun Pemerintahan Prabowo

Pada hari ini, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka resmi memasuki usia satu tahun.

Selama setahun ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di angka 5,12 persen.

Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence Sunarsip menjelaskan, dengan pertumbuhan saat ini yang masih di kisaran 5 persen, Indonesia masih tertinggal dari trajektori (jalur) yang seharusnya.

Oleh karena itu, untuk mengejar target pertumbuhan 8 persen, kinerja ekonomi tahun 2026 harus meningkat lebih signifikan.

"Kalau kita mau menuju ke 8 persen dengan modal 5 persen itu gak cukup. Artinya, di 2026 targetnya harus lebih tinggi lagi untuk mengompensasi ketertinggalan kita di tahun 2025 ini," kata Sunarsip dalam Forum Diskusi Capaian Satu Tahun Kinerja Kabinet Merah Putih di Bidang Perekonomian, di Gambir, Jakarta Pusat, Senin.

Sunarsip mengembangkan Indeks Recovery untuk menilai sejauh mana pemulihan ekonomi Indonesia pasca-pandemi, dengan membandingkan kinerja PDB 2025 terhadap PDB tahun 2019.

Berdasarkan analisisnya, pemulihan ekonomi Indonesia sejauh ini masih sangat bergantung pada ekspor komoditas, sementara sektor non-komoditas belum menunjukkan kekuatan yang cukup.

"PDB kita itu bisa tumbuh 5 persen atau recover 5 persen itu mostly karena faktor ekspor komoditas. Kita masih belum cukup kuat membangun kompetitivitas di bidang ekspor non-komoditas," jelasnya.

Ia menambahkan, sektor manufaktur memang mulai berkontribusi terhadap ekspor, tetapi masih berada pada tahap awal industrialisasi.

Oleh sebab itu, peningkatan daya beli dan konsumsi rumah tangga menjadi langkah penting untuk mendorong pertumbuhan yang lebih seimbang.

"Konsumsi rumah tangga kita masih di bawah 5 persen saat ini. Pemerintah hari ini fokus pada kelompok kelas bawah, tapi kelompok kelas menengah juga harus kita support," terangnya.

Menurut Sunarsip, salah satu kunci pemulihan daya beli kelompok menengah adalah penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan.

Ia menilai program magang nasional yang diluncurkan pemerintah merupakan langkah positif, tetapi perlu ditingkatkan menjadi program upskilling yang menghasilkan pekerjaan permanen.

"Kelompok kelas menengah itu kuncinya ya job creation. Program magang harus di-upgrade agar tidak hanya magang kerja, tetapi betul-betul menjadi job creation yang permanen," tutur Sunarsip.

(Tribunnews.com/Deni/Lita)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini