News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Program Makan Bergizi Gratis

Cegah Penyelewengan, Cak Imin Beri Peringatan Soal Ini kepada Kepala SPPG

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TINJAU SPPG - Menteri Koordinator (Menko) Pemberdayaan Masyarakat (PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, mengingatkan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk disiplin dan bertanggung jawab, agar mencegah penyelewengan. Hal itu disampaikannya saat mengunjungi SPPG Sibolga, di Jalan Zainul Basri Hutagalung, Aek Tolang, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Selasa (21/10/2025). (HO/ dokumentasi untuk Tribunnews)

Dilansir dari situs Pbhi.or.id, PBHI merupakan perkumpulan yang berbasis anggota individual dan bersifat non-profit yang didedikasikan bagi pemajuan dan pembelaan hak-hak manusia.

"Dalam evaluasi ini sebenarnya pemerintah harus secara terbuka, bukan hanya meminta maaf, tapi juga menerima evaluasi, permintaan, dan kritik," kata Gina.

Lanjutnya ketika masyarakat minta dihentikan, program tersebut bisa dihentikan lebih dahulu untuk sementara.

"Tujuannya untuk evaluasi, pembenahan tata kelola. Mulai dari pembenahan menu, soal keamanan pangan, termasuk juga soal tadi aktor-aktor (TNI-Polri) yang terlibat di dalam MBG ini," imbuhnya.

Kemudian ditegaskannya pihaknya juga menyoroti soal desentralisasi. Yang mana pemerintah daerah tidak dilibatkan.

"Padahal pemerintah daerah yang punya kewenangan dan juga struktur, hingga sekolah-sekolah yang bisa dilibatkan untuk menjaga kualitas daripada implementasi program ini," imbuhnya.

Gina juga mengingatkan masalah keracunan pada program MBG tidak bisa dipandang hanya sebatas angka. Tetapi harus ada pembenahan. 

"Misalnya, temuan kami bersama beberapa koalisi masyarakat sipil lainnya, dan juga ahli gizi, itu menemukan dapur-dapur SPPG yang sudah terlibat, sudah ketahuan ada keracunan itu tidak dihentikan, tetapi tetap dilanjutkan," kata Gina.

"Ini menjadi sebuah anomali dan pertanyaan, kenapa itu tetap terjadi, dilanjutkan, dan tidak ada tindakan preventif, evaluasi dari pemerintah sendiri?" tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini