News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Proyek Kereta Cepat

Ignasius Jonan & AHY Dipanggil Diduga Bahas Whoosh, Pengamat: Prabowo Cari Antitesa Saat Ada Masalah

Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

POLEMIK UTANG WHOOSH - Dalam foto: Penumpang turun dari Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh setibanya di Stasiun Kereta Cepat Halim, Jakarta, Rabu (29/10/2025). Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menanggapi dipanggilnya Mantan Menteri Perhubungan RI Ignasius Jonan dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) oleh Presiden RI Prabowo Subianto. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

TRIBUNNEWS.COM - Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menanggapi dipanggilnya Mantan Menteri Perhubungan RI Ignasius Jonan dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Pada Senin (3/11/2025) hari ini, Jonan dan AHY dikabarkan sama-sama dipanggil Prabowo ke Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

AHY datang lebih dahulu, baru Jonan menyusul. 

Pemanggilan kepada kedua tokoh ini disebut-sebut berkaitan dengan polemik proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) alias Whoosh yang berbuntut utang lebih dari Rp100 triliun.

Dengan pemanggilan AHY dan Jonan, Agung Baskoro menilai bahwa Prabowo tetap serius dalam menanggapi polemik utang kereta cepat yang diresmikan pada era Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) itu.

"Dengan dipanggilnya Mas AHY, Pak Jonan ke istana itu bukti konkret keseriusan beliau menggarap masalah Whoosh ini agar bisa selesai secepat-cepatnya, atau nanti IKN siapa [yang akan dipanggil]," kata Agung, saat menjadi narasumber dalam program Kompas Petang, Senin (3/11/2025).

Kemudian, Agung juga menyebut, ada perlakuan atau sikap Prabowo yang berbeda dari Jokowi saat mendapati proyek atau program yang bermasalah.

Menurutnya, Prabowo cenderung mencari antitesa alias antitesis saat terjadi masalah.

Hal tersebut tercermin dari dipanggilnya Jonan dan AHY untuk menghadap presiden langsung di Istana Kepresidenan.

Antitesis sendiri secara harfiah bermakna majas yang mengandung gagasan yang bertentangan dengan mempergunakan kata-kata atau kelompok kata yang saling berlawanan dalam satu kalimat. 

Dalam konteks komentar Agung Baskoro, ini artinya Prabowo lebih memilih mencari orang yang sebelumnya menentang atau menolak program yang dinilai bermasalah.

Baca juga: Dari Jokowi ke Prabowo, Ketika Projo Dikritik sebagai Sekumpulan Orang yang Ingin Menempel Kekuasaan

Apalagi, dalam proyek Whoosh, Ignasius Jonan dikenal tegas menolak proyek tersebut.

Bahkan, Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI (Menkopolhukam) Mahfud MD dalam podcast Terus Terang, pernah menyebut Ignasius Jonan dipecat dari posisi Menteri Perhubungan RI oleh Jokowi karena menilai proyek Whoosh tidak feasible atau layak dilanjutkan.

"Tapi yang jelas saya melihat treatment Pak Prabowo ini berbeda dari Pak Jokowi ya," ujar Agung.

"Ketika ada masalah, beliau kemudian langsung mencari antitesa, orang-orang yang memang sebelumnya agak berlawanan dengan Whoosh."

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini