News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kata Pengamat Soal Keseriusan Budi Arie Setiadi Gabung Gerindra: Singgung Jokowi hingga Temperamen

Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BUDI ARIE MAU GABUNG GERINDRA - Dalam foto: Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi saat masih menjabat sebagai Menteri Koperasi RI dan berbincang dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di Studio Tribunnews, Jakarta, Kamis (14/8/2025). Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menyoroti keseriusan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi untuk gabung ke Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya). TRIBUNNEWS/IMANUEL NICOLAS MANAFE

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menyoroti keseriusan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi untuk gabung ke Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya).

Manuver Budi Arie yang secara terbuka menyatakan ingin bergabung dengan Partai Gerindra menjadi sorotan publik sejak diumumkan di Kongres III Projo pada Sabtu, 1 November 2025 lalu.

Hal tersebut seolah mengindikasikan perubahan arah loyalitas Budi Arie.

Ia yang dari awalnya menjadi pendukung mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berubah ke mendukung partai penguasa yang dipimpin oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

Padahal, ada anak bungsu Jokowi yang juga sedang memimpin partai, yakni Kaesang Pangarep, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Akan tetapi, setelah pernyataan ingin merapat ke Partai Gerindra, keseriusan dan niat Budi Arie Setiadi pun disorot.

Menurut Efriza, ada beberapa faktor yang mendukung bahwa Budi Arie memang serius untuk mendekat ke partai berlambang kepala burung garuda dengan warna kuning keemasan itu.

"Dan kita juga bisa melihat apakah Budi ini benar-benar akan serius bersama dengan Gerindra mendukung Pak Prabowo." kata Efriza saat menjadi narasumber dalam program On Focus yang diunggah di kanal YouTube Tribunnews, Rabu (5/11/2025).

Efriza menilai, bergabung dengan Gerindra akan membawa keuntungan tersendiri bagi loyalis Jokowi yang pernah menjadi Menteri Koperasi RI sebelum di-reshuffle Prabowo, Senin (8/9/2025) lalu.

"Kalau kita melihat, secara realistis memang menguntungkan bagi Budi," papar Efriza.

Keuntungan pertama, terkait kondisi kesehatan Jokowi.

Baca juga: Prabowo Bantah di Bawah Kendali Jokowi: Aku Hopeng Sama Beliau, Kok Dibilang Takut

Kedua, ada perlindungan, terlebih karena nama Budi Arie terseret kasus judi online.

"Pertama, menguntungkannya adalah Pak Jokowi saat ini sedang sakit, seperti yang sudah disampaikan di forum Kongres III Projo, sehingga tidak bisa berkumpul atau berkerumun, dan banyak permasalahan pribadi," kata Efriza.

"Kedua, Budi tersangkut kasus judi online dan tentu membutuhkan perlindungan."

Nama Budi Arie Setiadi sempat disebut dalam surat dakwaan kasus pemblokiran situs judi online Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang kini berganti nama menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini