News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Program Makan Bergizi Gratis

Menengok Program MBG Mulai dari Dapur Hingga Disantap Anak Sekolah di Cilegon Banten

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DAPUR MBG - Suasana SPPG Kedaleman Cilegon, Banten, menyiapkan MBG, Jumat, (7/11/2025).

 

TRIBUNNEWS.COM, BANTEN - Sebuh rumah bercat biru di Jalan Akses Tol Cilegon Timur, Kedaleman, Cilegon, Banten, disulap menjadi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rumah tersebut dulunya merupakan bekas restoran yang kini beralih fungsi menjadi dapur MBG.

Setiap pagi hari di dapur rumah tersebut sudah sibuk.

Bukan lagi memasak untuk restoran melainkan untuk meningkatkan gizi anak yang merupakan program unggulan pemerintah.

Puluhan pekerja dengan seragam biru muda, masker, celemek merah, dan pelindung kepala tampak bergerak cepat dan telaten di ruang pengemasan.

Mereka menyiapkan tray, memasukkan nasi, ikan , sayur, daging, hingga dikemas untuk  dikirim ke sejumlah sekolah di Cilegon.

Sementara itu di ruang lainnya, tampak seorang petugas dapur sedang menyiapkan nasi putih di atas meja stainless steel besar, menggunakan wadah plastik berwarna biru dan merah muda.

Menurut Kepala SPPG Kedaleman, Lukiah, pelaksanaan MBG di dapur ini melibatkan koordinasi yang rapi antara berbagai tim dari persiapan bahan hingga distribusi.

"Kami memiliki total 47 karyawan, tiga di antaranya merupakan tenaga nasional yang terdiri dari Kepala SPPG, ahli gizi, dan tenaga teknis," katanya, Jumat, (7/11/2025).

Setiap hari kata dia dapur Kedaleman menyiapkan 3.050 porsi makanan bergizi yang dikirim ke 12 sekolah, terdiri dari 4 TK, 7 SD, dan 1 SMP di wilayah Cilegon.

"Setiap hari menunya berbeda. Kami ingin anak-anak tidak hanya makan bergizi, tetapi juga menikmati variasi rasa.” ujarnya.

SPPG Kedaleman beroperasi hampir tanpa jeda. Asisten Lapangan SPPG Kedaleman, Imam Marif Maulana, menggambarkan ritme kerja dapur yang dimulai sejak siang hari hingga pagi berikutnya.

"Proses dimulai pukul 13.00 siang, saat bahan seperti sayur, daging, dan tempe datang. Setelah itu, tim langsung melakukan tahap persiapan dan pemotongan bahan pada pukul 14.00. Biasanya semua selesai sekitar tengah malam,” terang Imam.

Sementara itu, proses memasak telah dimulai pukul 01.00 dini hari, kemudian dilanjutkan dengan pengemasan makanan pada pukul 03.00. Sambil masak, sebagian tim sudah mulai memorsikan dan mengemas makanan. Setelah makanan didinginkan, langsung dikirim ke sekolah-sekolah mulai pukul 07.00 pagi.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini