News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

IMIP Bekali Anak-anak di Morowali Belajar Bahasa Mandarin Gratis

Penulis: Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor: Content Writer
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RUMAH LITERASI SIDAYA - Rumah Literasi Sidaya di Desa Labota menjadi pusat belajar gratis bagi anak-anak Morowali, termasuk kelas bahasa Mandarin dan Inggris.

Dila bercerita, belajar di Rumah Literasi Sidaya sangatlah seru. Pembelajarannya juga tidak monoton karena ada banyak permainan.

Selain itu, hal lain yang menjadi kegemaran dia belajar di Rumah Literasi Sidaya adalah tempatnya yang aman dan nyaman.

Setelah delapan bulan belajar bahasa Mandarin di situ, ia direkrut oleh IMIP untuk menjadi pengajar sekaligus pengurus rumah literasi ini.

Dila menerima pekerjaan itu karena kala itu ia membutuhkan pekerjaan. Sebagai orang yang baru pertama kali bekerja sebagai guru, ia dihadapi sejumlah tantangan.

Tantangan itu seperti mengatur para anak-anak. Ia mengaku awalnya terasa sulit, tetapi makin ke sini Dila justru merasa senang.

"Tantangannya sih waktu awal-awal saya mengajar. Anak-anak diatur itu kan agak ribet. Tapi seiring berjalannya waktu, saya juga terus belajar, beradaptasi sama mereka. Senang juga," kata Dila.

Kini, Dila mengajar 15-20 anak setiap sesi, dengan jadwal belajar setiap Senin dan Rabu pukul 13.30-15.30 WITA. Total ada sekitar 100 murid yang ia tangani.

Selain bahasa Mandarin, ia juga mengajar dasar-dasar bahasa Inggris serta membimbing anak-anak menggambar dan mewarnai.

Untuk pelajaran bahasa inggris di Rumah Literasi Sidaya, Dila mengajar hal-hal dasar seperti bahasa inggris dari sebuah warna, kendaraan, benda, dan objek yang ada di sekolah.

Sementara itu, untuk pelajaran menggambar dan mewarnai, para anak-anak ini lebih dibebaskan, lalu oleh Dila akan dibimbing. 

Tak lama lagi, Dila akan berangkat ke China selama enam bulan untuk memperdalam bahasa Mandarin hingga level HSK 4 dan 5. 

HSK atau HSK (Hànyǔ Shuǐpíng Kǎoshì) adalah tes kemampuan standar bahasa Mandarin bagi penutur asing. HSK memiliki tingkatan dari 1 sampai 6.

Seluruh biaya studi di sana telah ditanggung oleh pihak yang mengontraknya.

"Di sana belajar HSK 4 sama 5. Itu belajarnya 6 bulan di Kota Wenzhou. Dibiayain semuanya," kata Dila.

Menurut dia, kehadiran Rumah Literasi Sidaya ini sangat penting bagi anak-anak di Morowali dalam mengembangkan kemampuan mereka.

Ia berharap Rumah Literasi Sidaya bisa terus dibangun di berbagai daerah lainnya agar bisa diakses bagi para generasi penerus bangsa.

"Harapan saya semoga rumah literasi ke depannya semakin maju dan berkembang sebagai tempat generasi penerus bangsa untuk mengembangkan skill dan juga potensi," kata Dila.

Baca juga: Beasiswa IMIP Jamin Pendidikan dan Pekerjaan Shoimdwi di Morowali

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini