News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Profil dan Sosok

Profil Victor Hartono, Bos Djarum

Penulis: Galuh Widya Wardani
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

VICTOR HARTONO - Berikut profil Direktur Utama PT Djarum, Victor Rachmat Hartono.

Dalam kurun waktu ini, ia belajar tentang penjualan, pemasaran, R&D, pembelian bahan baku dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Pada tahun yang sama, Victor Hartono juga mencoba berkarier di J.P. Morgan sebagai Corporate Finance Intern, namun hanya berjalan 2 bulan.

Sebab, dirinya langsung dipercaya menjadi Brand Manager di perusahaan rokok milik keluarganya itu.

Tahun 1998, posisi Victor Hartono beralih menjadi General Manager Business Development dan Chief Operating Officer.

Lalu pada 2010, Victor Hartono diangkat menjadi President Director hingga saat ini.

Ketekunannya membawa PT Djarum menjadi perusahaan rokok terbesar di Indonesia.

Peran Kunci dalam Diversifikasi Bisnis

Melansir BangkaPos.com, perusahaan keluarga Hartono ini lalu melakukan transformasi besar, berikut penjelasannya.

  • Perbankan — Bank Central Asia (BCA)

Keterlibatan PT Djarum sebagai pemegang saham mayoritas BCA menjadi langkah strategis yang menjadikan bank ini sebagai salah satu institusi keuangan paling stabil dan terbesar di Indonesia.

  • Investasi Teknologi dan Startup

Victor mendorong keluarga Hartono masuk ke sektor teknologi.

Mereka lalu berinvestasi di sejumlah startup dalam dan luar negeri, sebuah langkah yang jarang dilakukan konglomerasi besar pada awal 2000-an kala itu.

  • Modernisasi Industri Rokok

Ia memperkenalkan pendekatan lebih sistematis, efisiensi produksi, dan penelitian produk untuk mempertahankan posisi Djarum tidak hanya di nasional tapi juga di pasar global.

  • Bisnis Properti, Ritel, dan Hiburan

Perusahaan ini lalu berafiliasi ke berbagai perusahaan sektor bisnis lifestyle dan hospitality.

Transformasi besar tersebut membuat PT Djarum tidak lagi dipandang hanya sebagai perusahaan rokok, tetapi sebagai holding multinasional yang merambah banyak industri strategis.

(Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani)( BangkaPos.com/M Zulkodri CC) 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini