News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Program Makan Bergizi Gratis

4 Jam di Istana, Kepala BRIN Dapat PR Berat soal Protein dan MBG

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Acos Abdul Qodir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PROTEIN DAN MBG - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria memberikan keterangan pers kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/11/2025), usai bertemu Presiden Prabowo Subianto. Ia menyampaikan mandat strategis dari Presiden untuk mempercepat riset protein nasional dan mendukung akselerasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria dipanggil mendadak ke Istana Negara oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia diberi tugas berat untuk mempercepat riset protein nasional, mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta memperkuat hilirisasi inovasi di sektor strategis.

Pertemuan empat jam di Istana Negara, Senin (24/11/2025), berisi arahan langsung Presiden mengenai masa depan riset nasional dan penugasan khusus bagi BRIN.

Arif menjelaskan, sejak awal pertemuan, Presiden langsung menekankan bahwa BRIN harus menjadi mesin inovasi yang memberi harapan baru bagi bangsa melalui terobosan riset.

Ia menegaskan penugasan yang diterima bukan ringan, karena menyangkut ketahanan pangan, energi, dan sektor strategis lain.

“Bapak Presiden berpesan bahwa BRIN adalah institusi riset yang sangat penting dan harus terus memberi solusi. Hilirisasi inovasi perlu dipercepat, bukan hanya di pusat tapi juga di daerah,” ujar Arif.

Arahan utama Presiden menyangkut akselerasi riset untuk mendukung program prioritas pemerintah, termasuk MBG, Koperasi Merah Putih, dan kampung nelayan.

Arif menegaskan BRIN akan menyiapkan riset pangan dan perikanan untuk menopang program tersebut.

Ia mengakui, hingga kini belum ada pusat penelitian khusus perikanan tangkap di BRIN.

“Kami akan segera membentuk unit riset perikanan tangkap agar target produksi protein hewani bisa tercapai,” kata Arif.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya, dalam rapat terbatas di Istana Negara pada awal November 2025, menekankan pentingnya swasembada protein nasional. Dalam arahan itu ia menyoroti konsumsi protein masyarakat Indonesia yang masih rendah, sekitar 62 gram per kapita per hari, dibanding Filipina (93 gram) dan Malaysia (159 gram). Ia juga menekankan bahwa program MBG harus fleksibel, misalnya dengan menyesuaikan menu agar pasokan dan harga tetap terjaga.

Sementara itu, menurut data resmi Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, jumlah penerima manfaat MBG telah mencapai 41,65 juta orang pada November 2025 dengan realisasi anggaran Rp41,3 triliun. Pemerintah menargetkan jumlah penerima melonjak menjadi 82,9 juta orang pada 2026.

Baca juga: Bahas Papua, Komisi I DPR Gelar Rapat Tertutup dengan Menhan dan Panglima TNI

Arif Satria menyampaikan bahwa Presiden Prabowo juga meminta BRIN memperkuat riset di sektor industri strategis seperti energi, tekstil, garmen, sepatu, dan elektronik yang dinilai penting karena menyerap banyak tenaga kerja. Ia menambahkan, BRIN ditugaskan menjalin kolaborasi dengan sejumlah BUMN strategis, termasuk Danantara, PT Dirgantara Indonesia, Pindad, dan Agrinas, agar inovasi riset langsung terhubung dengan kebutuhan industri.

Arif turut menyinggung isu redenominasi rupiah yang sedang ramai dibahas di pemerintah dan DPR.

Redenominasi berarti penyederhanaan nominal rupiah dengan menghapus tiga angka nol tanpa mengubah daya beli masyarakat.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah memasukkan RUU Redenominasi ke dalam Rencana Strategis 2025–2029, dengan target rampung tahun 2027.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini