TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi masih mendekam di rumah tahanan (rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai dua hari mendapat rehabilitasi dari Presiden Prabowo Subianto.
Pantauan Tribunnews di rutan KPK, Jakarta sekitar pukul 09.30 WIB, belum ada tanda-tanda Ira akan dibebaskan.
Di bagian teras rutan, hanya ada sejumlah orang yang tengah mengantre untuk menjenguk keluarga yang ditahan.
Namun informasi yang diterima, keluarga Ira termasuk suaminya turut mendatangi rutan saat jadwal besuk untuk para tahanan hari ini.
Baca juga: KPK Masih Tunggu Surat Keputusan Rehabilitasi Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi Cs
Terlihat di bagian luar rutan, sejumlah tim kuasa hukum Ira juga sudah menunggu sejak pagi terkait pembebasan kliennya tersebut.
Meski begitu, KPK mengatakan hingga pagi tadi, pihaknya masih belum menerima salinan fisik surat keputusan rehabilitasi dari Kementerian Hukum (Kemenkum).
"Belum (terima salinan rehabilitasi)" kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Kamis (27/11/2025).
Budi juga belum bisa memastikan apakah surat yang menjadi penentu kebebasan Ira dari rutan akan dikirimkan hari ini atau tidak.
Sementara itu, Kuasa Hukum Ira, Soesilo Aribowo optimis jika kliennya akan dibebaskan hari ini.
"Belum tahu (jam bebasnya). Yang jelas hari ini," tuturnya.
Untuk informasi, Presiden Prabowo Subianto diketahui memberikan rehabilitasi kepada Ira Puspadewi, Harry Muhammad Adhi Caksono, dan Muhammad Yusuf Hadi.
Vonis Ira Puspadewi dkk
Eks Direktur Utama PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi divonis 4,5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan.
Majelis hakim menyatakan, Ira terbukti bersalah dalam kasus korupsi terkait proses kerja sama usaha (KSU) dan akuisisi PT Jembatan Nusantara (PT JN) tahun 2019-2022.
Baca tanpa iklan