News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dari Pelestarian Alam hingga Pendidikan, Program CSR IMIP Hadirkan Dampak Nyata di Morowali

Penulis: Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor: Content Writer
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

CSR PT IMIP - IMIP menghadirkan fasilitas sekolah dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai salah satu bentuk CSR di bidang pendidikan. IMIP juga aktif mendorong peningkatan kualitas pendidikan dengan program kelas bahasa Mandarin gratis di Rumah Literasi Sidaya, Desa Labota, Bahodopi, Morowali.

Menariknya, kawasan mangrove di Desa Padabaho kini juga dikembangkan menjadi destinasi wisata. Saat dikunjungi Tribunnews, fasilitas seperti jembatan warna-warni, spot foto, hingga kantin sedang dibangun. IMIP juga membangun loket masuk dan toilet bagi pengunjung. 

Nantinya, desa akan mengelola destinasi ini melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) atau kelompok yang telah dibentuk. Pengembangan ini diharapkan mendorong perekonomian warga.

Selain kegiatan lingkungan, IMIP juga aktif mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Salah satu programnya adalah kelas bahasa Mandarin gratis di Rumah Literasi Sidaya, Desa Labota, Bahodopi, Morowali. Pembelajaran bahasa Mandarin dipilih karena sejalan dengan geliat industrialisasi di Morowali.

Tak hanya bahasa Mandarin, di Rumah Literasi Sidaya juga diajarkan bahasa Inggris. Selain dua bahasa asing tersebut, Rumah Literasi Sidaya juga membuka kelas menggambar dan mewarnai untuk anak-anak. Adapun rumah literasi ini terbuka untuk umum. Anak-anak maupun orang dewasa boleh bergabung. Namun, calon murid tetap akan disaring lagi oleh IMIP.

Saat ini, ada tiga rumah literasi yang dioperasikan oleh IMIP. Selain di Desa Labota, ada di Desa Bahomakmur dan Kepulauan Sombori. Di tiga titik tersebut ada satu penanggung jawab yang mengelola secara penuh rumah literasi tersebut. Selain mengajar, ia bertugas untuk mengurus administrasi yang diperlukan. Para penanggung jawab atau PIC inilah yang menjadi "kaki-kaki" tim CSR IMIP.

Pelajaran yang diberikan di Desa Labota dan Desa Bahomakmur sama, sedangkan di Kepulauan Sombori ada sedikit perbedaan. Mengingat lokasi Kepulauan Sombori yang terpencil, di sana biasanya pelajaran yang sering diajarkan adalah menggambar dan mewarnai.

Selain itu, rumah literasi di sana juga sesekali mengajarkan pelajaran seperti matematika, agama, atau bahkan membantu PR para siswa. Hingga kini, tercatat ada sekitar 150 murid aktif belajar di tiga rumah literasi tersebut.

Terkadang di Rumah Literasi Sidaya diadakan kelas inspiratif yang menghadirkan pengajar dari salah satu perusahaan yang beroperasi di kawasan IMIP. Melalui kelas inspiratif, pihak IMIP mengundang tenaga pengajar dari para mitra atau tenan perusahaan yang ada di IMIP. Mereka mengajarkan berbagai hal, contohnya seperti fotografi.

Ke depannya, IMIP tidak menutup kemungkinan untuk membuka rumah literasi yang baru, mungkin di 5 hingga 6 titik lagi. Untuk membuka lokasi baru rumah literasi, IMIP akan menyeleksi terlebih dahulu lokasi-lokasinya.  Pertimbangannya adalah apakah rumah literasi tersebut dibutuhkan atau tidak oleh warga setempat. 

Baca juga: Melihat Polemik Bandara IMIP Morowali Dengan Jernih

Selain itu, di bidang pendidikan, IMIP tidak hanya memiliki Rumah Literasi Sidaya. Mereka juga menyediakan tiga beasiswa bagi anak-anak yang ingin menempuh pendidikan gratis.

Pertama adalah Beasiswa Hilirisasi. Ini bisa diraih bagi mahasiswa aktif yang belajar di perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan PT IMIP. Ada 23 perguruan tinggi yang bekerja sama dengan IMIP. Daftar lengkapnya bisa dicek sini: https://imip.co.id/beasiswa-hilirisasi-imip/

Kedua adalah beasiswa sinergi. Ini diutamakan bagi mahasiswa yang berdomisili atau ber-KTP kecamatan Bahodopi yang menempuh kuliah di Makassar, Kendari, Jogja, dan Palu.

Ketiga adalah beasiswa untuk mahasiswa Politeknik Industri Logam Morowali. Penerima beasiswa ini merupakan peserta didik di kampus tersebut. IMIP menanggung biaya pendidikan mereka sepenuhnya, dengan UKT yang dibayar oleh perusahaan hingga semester delapan.

Hingga saat ini, IMIP telah menyalurkan 386 beasiswa Hilirisasi dan 73 beasiswa Sinergi. Prospek kerja bagi penerima beasiswa ini sendiri juga sudah terjamin. PT IMIP akan merekomendasikan para lulusan bekerja di perusahaan mereka. Namun, tentunya harus ada seleksi lagi.

Jika memang nantinya ketika seleksi tidak lolos, lulusan tak perlu khawatir karena PT IMIP tak akan lepas tangan. Mereka biasanya akan menawarkan ke tenant ataupun kontraktor yang berada di kawasan IMIP. PT IMIP bahkan juga bisa merekomendasikan ke perusahaan di luar Morowali. Terpenting, masih ada kaitanya dengan industri mereka.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini