Ringkasan Berita:
- Pengurus PPI Dunia bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk menyampaikan aspirasi agar diaspora pelajar diberi ruang berkontribusi nyata bagi Indonesia.
- Dalam pertemuan tersebut, Wapres menekankan pentingnya pemerataan pendidikan di Papua melalui metode GASING serta dukungan program Makan Bergizi Gratis dan akses internet Starlink.
- Pertemuan ini menegaskan peran strategis diaspora pelajar sebagai mitra pemerintah
TRIBUNNEWS.COM - Pengurus Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia Kabinet Suara Pelajar melakukan audiensi dengan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, yang turut didampingi Staf Khusus Wapres, Achmad Adhitya, pada Rabu (3/12/2025) di Istana Wakil Presiden, Jakarta.
Saat ini, PPI Dunia menaungi 68 PPI Negara yang aktif di berbagai belahan dunia.
Menyadari besarnya potensi dan kapasitas akademik diaspora pelajar, Koordinator PPI Dunia, Andika Ibrahim Nasution, menegaskan pentingnya pemerintah membuka ruang kontribusi agar para pelajar Indonesia di luar negeri dapat mengabdikan ilmu dan keahlian mereka untuk tanah air.
“PPI Dunia berharap kepada Wakil Presiden Republik Indonesia agar pemerintah dapat menyediakan ruang pengabdian dan kontribusi di Indonesia, baik di sektor swasta maupun pemerintahan,” ungkapnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Gibran menyoroti isu pemerataan pendidikan di wilayah Papua, salah satunya melalui penerapan metode GASING (Gampang, Asyik, Menyenangkan).
Program ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran siswa di Papua.
Wapres sebelumnya meninjau pelatihan Pandai Berhitung berbasis metode GASING di Manokwari, Papua Barat, pada Rabu (5/11/2025), sebagai bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat mutu pendidikan di kawasan Indonesia Timur.
Data Badan Pusat Statistik Nasional (BPS) menunjukkan bahwa sekitar 400.000 anak di Papua masih belum bersekolah, dipengaruhi oleh minimnya dukungan keluarga.
Angka Partisipasi Sekolah (APS) anak usia 7–12 tahun di Provinsi Papua Tengah dan Papua Pegunungan bahkan belum mencapai 80 persen.
Pemerintah juga melaporkan bahwa para pelajar kini mulai merasakan manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta akses internet Starlink.
Pemerintah berharap PPI Dunia tidak hanya bersikap kritis dan vokal, tetapi juga turun langsung melihat kondisi nyata di lapangan melalui berbagai agenda organisasi.
“Kami berharap agar program PPI Dunia dapat berkolaborasi dengan instansi lain seperti Komite Eksekutif Papua melalui pendekatan pendidikan dan kesehatan,” tutupnya.
Pertemuan ini menegaskan peran strategis diaspora pelajar sebagai mitra pemerintah, sekaligus membuka peluang kerja sama lintas negara untuk memperkuat pembangunan Indonesia dari perspektif global.
(*)
Baca tanpa iklan