TRIBUNNEWS.COM - Setiap tanggal 7 Desember, dunia memperingati sejumlah peringatan penting yang merefleksikan perjalanan sejarah, kemajuan peradaban, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Beragam tema hadir pada tanggal ini, mulai dari apresiasi terhadap peran perempuan dalam pembangunan bangsa, pengakuan global atas pentingnya penerbangan sipil, hingga upaya menghidupkan kembali seni komunikasi klasik melalui tulisan tangan.
Hari ini menjadi momentum istimewa bagi Indonesia lewat peringatan Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan, sebuah organisasi perempuan yang telah berperan besar dalam memperkuat ketahanan keluarga dan memberdayakan istri Aparatur Sipil Negara selama puluhan tahun.
Di tingkat internasional, masyarakat dunia turut memperingati International Civil Aviation Day, momen yang menegaskan betapa peran penerbangan sipil telah membuka batas antarnegara, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta menghadirkan konektivitas global yang semakin maju dan aman.
Tak ketinggalan, tanggal ini juga diperingati sebagai National Letter Writing Day, hari yang mengajak kita kembali meresapi keindahan menulis surat sebagai bentuk komunikasi yang lebih personal, penuh perhatian, dan sarat makna di tengah derasnya arus digitalisasi.
3 Peringatan Penting pada Tanggal 7 Desember 2025
1. HUT Dharma Wanita Persatuan
Pada tanggal 7 Desember 2025, Dharma Wanita Persatuan memperingati HUT ke-26.
Dengan tema 'Peran Strategis DWP dalam Pendidikan Anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045', peringatan tahun ini mengajak seluruh perempuan Indonesia khususnya anggota DWP untuk memperkuat kontribusi dalam mencetak generasi masa depan.
Pendidikan anak bangsa dipandang sebagai investasi utama menuju Indonesia Emas 2045, di mana karakter, intelektualitas, dan moral generasi muda menjadi faktor penentu kejayaan bangsa.
Sementara itu, sejarah berdirinya Dharma Wanita Persatuan yaitu ketika para istri Pegawai Republik Indonesia dihimpun dalam sebuah wadah bernama Dharma Wanita.
Baca juga: Tanggal Merah Kalender 2026, Ada 9 Long Weekend Cocok untuk Libur Panjang
Organisasi ini digagas oleh Amir Machmud selaku Ketua Dewan Pembina KORPRI, atas dukungan Ibu Tien Soeharto, dan beranggotakan istri PNS, anggota ABRI yang ditugaskan di instansi sipil, serta pegawai BUMN, dikutip dari https://dwpkepsul.kepulauansulakab.go.id/.
Masuk ke Era Reformasi tahun 1998, organisasi ini melakukan pembenahan besar.
Dharma Wanita melepaskan keterikatannya pada kepentingan politik dan bertransformasi menjadi organisasi sosial kemasyarakatan yang lebih mandiri, netral, dan demokratis.
Perubahan itu semakin kuat pada 1999, ketika nama organisasi resmi menjadi Dharma Wanita Persatuan, sejalan dengan semangat Kabinet Persatuan Nasional di bawah kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid.
Pada Munaslub 6–7 Desember 1999, Anggaran Dasar baru disahkan dan Ny. Dr. Nila F. Moeloek dipilih sebagai Ketua Umum pertama DWP.
Pada forum ini pula ditegaskan arah baru organisasi: fokus pada bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya; bersifat nonpolitik; serta menerapkan sistem pemilihan yang demokratis.
Baca tanpa iklan