“Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf atas keresahan dan kekecewaan banyak pihak,” tulisnya. Ia mengaku menyesal dan berjanji akan bekerja keras memulihkan kepercayaan publik serta memastikan pemulihan pasca-banjir berjalan lancar.
Warga Aceh Selatan menilai absennya bupati saat bencana sebagai bentuk kelalaian. Sejumlah tokoh masyarakat menyebut kepergian Mirwan telah melukai kepercayaan publik, karena di saat warga kehilangan rumah dan keluarga, pemimpin daerah justru meninggalkan tanggung jawab.
Karena itu, Tito kembali meminta seluruh kepala daerah untuk tidak meninggalkan wilayahnya sampai 15 Januari 2026 dan tetap fokus memimpin penanganan bencana.
Bencana bukan hanya soal alam, tetapi juga soal kepemimpinan dan tanggung jawab di tengah rakyat yang berduka.
Baca tanpa iklan