KH Masyhuri Malik, H Amin Said Husni, H Ahmad Suaedy, H Rumadi Ahmad, H Ulil Abshar Abdalla, KH Miftah Faqih, M Najib Azca, H Hasanuddin Ali, H Mohamad Syafi' Alielha, dan H Nuruzzaman.
Gelar Rapat Pleno
PBNU kepengurusan Gus Yahya akan menggelar rapat pleno pada Kamis (11/12/2025), atau sehari setelah pleno pihak Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar
Rapat pleno tersebut, dikabarkan akan digelar di kantor pusat PBNU, Jakarta.
Rencananya, rapat pleno akan membahas beberapa hal, yakni evaluasi program, konsolidasi organisasi, dan penanggulangan bencana, sebagai dilansir TribunJateng.com.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBNU, KH Amin Said Husni, memastikan akan tetap menggelar rapat pleno pada Kamis (11/12/2025) besok.
Namun, ia belum menjelaskan perihal lokasi dan jam rapat itu akan digelar.
"Betul (akan digelar besok). Rapat Pleno besok itu sudah direncanakan sejak lama. Karena memang ada kewajiban, PBNU harus menyelenggarakan Rapat Pleno selambat-lambatnya setiap 6 bulan sekali," kata Amin saat dihubungi Tribunnews.com pada Rabu (10/12/2025).
Polemik di Internal PBNU
Diketahui, konflik internal PBNU mencuat setelah keluarnya keputusan Rapat Harian Syuriyah 20 November yang merekomendasikan pemberhentian Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).
Sementara Gus Yahya menolak keputusan Syuriyah dan menegaskan tidak berniat mundur dari jabatannya.
Pada 25 November 2025, muncul dokumen Surat Edaran dari Syuriah PBNU yang menyebut Gus Yahya sudah resmi tidak menjabat Ketum PBNU dan kepemimpinan PBNU sepenuhnya berada di tangan Rais Aam.
Baca juga: Profil Pj Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa: Santri dan Keponakan Wapres Maruf Amin
Kubu Gus Yahya menilai, “Surat Edaran” itu, tidak sah karena tidak melalui mekanisme resmi PBNU serta tidak memiliki stempel digital terverifikasi.
Rais Syuriah PBNU surat edaran tersebut, tidak bisa distempel lantaran ada upaya sabotase.
Tanggal 28 November 2025, Gus Yahya mengumumkan sejumlah rotasi di kepengurusan PBNU termasuk pemberhentian Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai Sekretaris Jenderal PBNU.
Rais Aam PBNU kemudian menyampaikan, akan dilaksanakan Rapat Pleno atau Muktamar dalam waktu dekat untuk memastikan berjalannya roda organisasi secara normal.
(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Abdi Ryanda Shakti, TribunJateng.com)
Baca tanpa iklan