News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

PBNU dan Dinamika Organisasinya

Daftar Petinggi PBNU dari Kelompok Kramat Kubu Gus Yahya

Penulis: Suci Bangun Dwi Setyaningsih
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KONFLIK PBNU - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya memberi respon soal rapat pleno yang digelar oleh jajaran Syuriyah PBNU di Jakarta pada Selasa (9/12/2025). Daftar petinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kubu Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, termasuk KH A Muadz Thohir.

KH Masyhuri Malik, H Amin Said Husni, H Ahmad Suaedy, H Rumadi Ahmad, H Ulil Abshar Abdalla, KH Miftah Faqih, M Najib Azca, H Hasanuddin Ali, H Mohamad Syafi' Alielha, dan H Nuruzzaman. 

Gelar Rapat Pleno

PBNU kepengurusan Gus Yahya akan menggelar rapat pleno pada Kamis (11/12/2025), atau sehari setelah pleno pihak Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar

Rapat pleno tersebut, dikabarkan akan digelar di kantor pusat PBNU, Jakarta.

Rencananya, rapat pleno akan membahas beberapa hal,  yakni evaluasi program, konsolidasi organisasi, dan penanggulangan bencana, sebagai dilansir TribunJateng.com.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBNU, KH Amin Said Husni, memastikan akan tetap menggelar rapat pleno pada Kamis (11/12/2025) besok.

Namun, ia belum menjelaskan perihal lokasi dan jam rapat itu akan digelar.

"Betul (akan digelar besok). Rapat Pleno besok itu sudah direncanakan sejak lama. Karena memang ada kewajiban, PBNU harus menyelenggarakan Rapat Pleno selambat-lambatnya setiap 6 bulan sekali," kata Amin saat dihubungi Tribunnews.com pada Rabu (10/12/2025).

Polemik di Internal PBNU

Diketahui, konflik internal PBNU mencuat setelah keluarnya keputusan Rapat Harian Syuriyah 20 November yang merekomendasikan pemberhentian Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). 

Sementara Gus Yahya menolak keputusan Syuriyah dan menegaskan tidak berniat mundur dari jabatannya.

Pada 25 November 2025, muncul dokumen Surat Edaran dari Syuriah PBNU yang menyebut Gus Yahya sudah resmi tidak menjabat Ketum PBNU dan kepemimpinan PBNU sepenuhnya berada di tangan Rais Aam.

Baca juga: Profil Pj Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa: Santri dan Keponakan Wapres Maruf Amin

Kubu Gus Yahya menilai, “Surat Edaran” itu, tidak sah karena tidak melalui mekanisme resmi PBNU serta tidak memiliki stempel digital terverifikasi.

Rais Syuriah PBNU surat edaran tersebut, tidak bisa distempel lantaran ada upaya sabotase.

Tanggal 28 November 2025, Gus Yahya mengumumkan sejumlah rotasi di kepengurusan PBNU termasuk pemberhentian Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai Sekretaris Jenderal PBNU.

Rais Aam PBNU kemudian menyampaikan, akan dilaksanakan Rapat Pleno atau Muktamar dalam waktu dekat untuk memastikan berjalannya roda organisasi secara normal.

(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Abdi Ryanda Shakti, TribunJateng.com)

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini