News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banjir Bandang di Sumatera

Studi Dampak Banjir Berkepanjangan: Layanan RS Meningkat Selama 7 Bulan ke Depan

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Acos Abdul Qodir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RSUD ACEH TAMIANG - Kondisi Instalasi RSUD Aceh Tamiang pascabanjir bandang.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banjir boleh surut, tapi beban rumah sakit tetap mengalir hingga berbulan-bulan.

Sebuah studi internasional berjudul “Hospitalization risks associated with floods in a multi-country study” menemukan bahwa peningkatan kasus di rumah sakit bisa berlangsung sampai 210 hari atau sekitar 7 bulan setelah banjir.

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama, menilai tingginya beban rumah sakit pasca bencana disebabkan keterbatasan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan dukungan finansial.

“Rumah sakit tidak hanya menangani penyakit yang berhubungan dengan banjir, tetapi juga penyakit lain yang biasa terjadi di masyarakat sehari-hari. Jadi seperti beban ganda,” kata Prof Tjandra di Jakarta, Sabtu (14/12/2025).

Penyakit Dominan Pasca Banjir

Studi dan pengalaman lapangan menunjukkan 10 penyakit dominan pasca banjir:

  • Penyakit kardiovaskular
  • Penyakit paru dan pernapasan
  • Penyakit infeksi
  • Penyakit saluran cerna
  • Gangguan mental
  • Diabetes
  • Cedera
  • Kanker
  • Gangguan sistem saraf
  • Penyakit ginjal

Selain itu, faktor cuaca, tingkat keparahan banjir, kepadatan penduduk, pola umur korban, dan status sosial ekonomi turut memperberat beban layanan rumah sakit.

Baca juga: Update Terbaru BNPB Banjir Bandang dan Tanah Longsor Sumatra: 1.006 Korban Jiwa, Terbanyak di Aceh

Dampak Banjir Sumatera

Data Kemenkes per 4 Desember 2025 mencatat:

  • Aceh: 13 rumah sakit dan 122 puskesmas terdampak banjir.
  • Sumatera Utara: 18 rumah sakit dan 25 puskesmas terdampak.
  • Sumatera Barat: 9 puskesmas terdampak.

Di Puskesmas Koto Alam, Agam, Sumatera Barat, suasana digambarkan mencekam: warga berlumuran lumpur datang dengan luka parah di kepala, dagu, bahkan patah tulang.

Ada pula korban meninggal yang dibawa ke lorong puskesmas.

Tenaga kesehatan TNI AL di kapal KRI juga melayani pengungsi banjir dengan keluhan diare, ISPA, leptospirosis, dan penyakit kulit.

Di lapangan, tenaga medis di RSUD Tamiang Aceh mengaku masih kewalahan. 

Tim medis RSUP Haji Adam Malik (Medan, Sumatera Utara) melaporkan keluhan warga yang dominan: diare, ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), gangguan pencernaan, dan penyakit kulit.

Mereka juga membantu membersihkan RSUD Aceh Tamiang yang lumpurnya menimbun peralatan medis dan tempat tidur pasien.

Krisis SDM dan Logistik

Prof Tjandra menekankan pentingnya manajemen SDM dan logistik kesehatan di daerah bencana.

Tim manajemen krisis kesehatan di lapangan harus mengatur sumber daya yang tersedia dari berbagai pihak agar layanan tetap berjalan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini