TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali, menginstruksikan seluruh kader PSI di Provinsi Banten untuk mendekati para kiai dan ulama.
Namun, Ahmad Ali menegaskan agar langkah tersebut tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik.
Ahmad Ali menekankan pentingnya kader PSI memahami kultur lokal Banten yang dikenal sebagai daerah jawara sekaligus religius.
Dia menilai, kader PSI harus mampu menyesuaikan diri dengan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat setempat.
Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) DPW PSI Banten, di Hotel Mercure, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (14/12/2025).
“Tentunya yang paling penting bagi kader PSI di Provinsi Banten adalah pepatah kuno yang mengatakan, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” kata Ahmad Ali.
Ahmad Ali menjelaskan, Banten memiliki karakter budaya dan keagamaan yang kuat.
Sebab itu, kader PSI diminta untuk menjalin hubungan yang baik dengan para tokoh agama, khususnya kiai dan ulama.
“Untuk itu kepada semua kader, saya minta datangi para kiai, ulama. Bertanyalah kepada mereka ketika ada permasalahan-permasalahan. Jadikanlah mereka sebagai guru-guru kalian,” ucapnya.
Namun demikian, Ahmad Ali mengingatkan agar hubungan tersebut tidak disalahgunakan demi kepentingan politik atau elektoral.
Dia menegaskan PSI tidak boleh menjadikan tokoh agama sebagai alat politik.
“Tapi jangan pernah manfaatkan mereka untuk kepentingan politik,” tegasnya.
Ahmad Ali juga menekankan bahwa PSI merupakan rumah bagi seluruh rakyat Indonesia yang majemuk dan beragam.
Menurutnya, partai tidak boleh dikuasai atau diidentikkan dengan satu kelompok tertentu saja.
Baca tanpa iklan