News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Seputar Polri

Kompol Maria, Polwan Mualaf yang Mengabdi dari Kepolisian hingga Pendampingan Haji

Editor: Content Writer
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENGABDIAN SOSIAL - Kompol Dr. Hj. Maria Widowati, S.H., M.H., bersama petugas haji Indonesia saat mendampingi jemaah di Tanah Suci, menjalankan peran pengamanan, pendampingan, dan pelayanan ibadah haji.

TRIBUNNEWS.COM - Di balik padatnya tugas kepolisian, ada cerita pengabdian yang tumbuh dari disiplin, iman, dan komitmen panjang melayani masyarakat. Sosok itu datang dari Wadir Tahti Polda Jawa Tengah, Kompol Dr. Hj. Maria Widowati, S.H., M.H., yang kiprahnya melampaui peran sebagai abdi negara. 

Di tengah dinamika tugas kepolisian, Kompol Maria dikenal sebagai figur inspiratif. Polwan mualaf ini tidak hanya menjalankan tugas struktural di kepolisian, tetapi juga aktif sebagai dosen, penceramah agama, hingga petugas pendamping jemaah haji. 

Ibu dua anak tersebut membagikan perjalanan hidupnya yang sarat nilai keteladanan, pengabdian, dan kontribusi lintas bidang. 

“Selama 35 tahun masa dinas saya, sekitar 15 tahun saya lalui dengan berkecimpung sebagai penegak disiplin di bidang profesi dan pengamanan (Propam). Ini yang menjadi landasan bagi saya sehingga memiliki integritas dan dedikasi yang kuat dalam menjalankan tugas mengabadikan diri pada masyarakat,” ujar Maria. 

Maria juga mengungkap perjalanan spiritualnya yang dimulai pada 2004, saat dirinya memutuskan menjadi mualaf. Berbekal disiplin yang kuat, ia tekun mempelajari Islam hingga mampu menunaikan ibadah umrah pertamanya pada 2019 dan ibadah haji pada 2023.

Tak berhenti di situ, keterlibatannya dalam pembinaan keagamaan terus berlanjut. Sejak 2023, ia dipercaya sebagai petugas pembimbing ibadah haji Jawa Tengah. Pada 2025, perannya berlanjut sebagai petugas linjam PPIH, hasil kolaborasi antara Kementerian Agama dan Polda Jawa Tengah.

Dalam tugas tersebut, Kompol Maria tidak hanya memastikan aspek keamanan jemaah, tetapi juga membantu jemaah yang tersesat serta mendampingi para lansia agar seluruh rangkaian ibadah haji berjalan aman dan lancar. Ia menyebut amanah tersebut sebagai kehormatan yang tidak semua orang dapatkan.

“Kepercayaan yang diberikan kepada saya membuat saya terharu karena tidak semua orang, apalagi mualaf seperti saya, bisa mendapatkan kehormatan seperti ini,” ungkapnya penuh haru.

Baca juga: Polwan Polres Ciamis Jadi Garda Terdepan Pendidikan Lewat Program Bhabinkamtibmas Mengajar

Di luar musim haji, Kompol Maria aktif mengisi ceramah di berbagai majelis taklim dan pondok pesantren di sejumlah daerah. Materi yang disampaikan kerap menyentuh isu keamanan jemaah haji, pencegahan kenakalan remaja, hingga kisah spiritualnya sebagai mualaf.

“Sebagai Wadir Tahti, ceramah dan pembinaan rohani juga saya berikan kepada para tahanan wanita agar mereka lebih tegar menjalani cobaan, mampu belajar dari kesalahan, dan bangkit menjadi pribadi yang lebih baik ke depan,” lanjutnya.

Komitmennya terhadap dunia akademik juga terus dijaga. Setelah meraih gelar doktor dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag), Kompol Maria bergabung sebagai Dosen Penguji S2 Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga sejak November 2025.

“Saya ingin memberi teladan pada putra-putri saya bahwa belajar tidak boleh berhenti, tidak peduli usia,” ujarnya.

Memasuki usia senja, perempuan kelahiran Semarang, 11 September 1969 ini berharap kehadirannya dapat terus memberi manfaat bagi masyarakat melalui berbagai peran yang dijalaninya.

“Alhamdulillah, semua peran ini bisa saya jalani dengan baik. Kuncinya disiplin mengatur waktu, mengajar biasanya hari Sabtu, ceramah saat malam atau akhir pekan, sedangkan tugas pendampingan haji dilaksanakan di musim haji sesuai penugasan,” jelasnya.

Atas kiprah dan kontribusinya, Kompol Maria menerima The Best Indonesia Leader Award 2025 dari Forum Peduli Prestasi Bangsa (FPPB) pada 24 Oktober 2025. Penghargaan tersebut diberikan bersama 13 tokoh publik dan pemimpin daerah lain yang dinilai berkontribusi besar dalam pembangunan, inovasi, dan pengabdian sosial di Indonesia.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini