Ringkasan Berita:
- Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryo Nugroho menyebut jalur non-tol menjadi titik rawan kepadatan lalu lintas selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
- Rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way diperkirakan lebih sering diterapkan di jalur arteri dan kawasan wisata dibandingkan jalan tol
- Puncak arus diprediksi terjadi pada 20 dan 24 Desember dengan pengamanan terintegrasi melalui Operasi Lilin 2025.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryo Nugroho menyebut jalur non-tol menjadi titik rawan kepadatan lalu lintas selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Jalur arteri dan akses menuju kawasan wisata diperkirakan lebih sering diberlakukan contraflow dan one way dibandingkan jalan tol.
Hal tersebut disampaikan Irjen Agus usai mengikuti rapat lintas sektoral jelang Operasi Lilin, Senin (15/12/2025).
"Tidak hanya di tol saja. Kontraflow itu kalau Nataru ini banyak di non-tol. Di Gadok itu kemarin hampir sekitar 29 kali kontraflow dan one-way,” ujar Agus.
Ia mengatakan, penerapan rekayasa lalu lintas juga terjadi di sejumlah daerah lain yang menjadi tujuan wisata dan perlintasan utama masyarakat.
"Di Mengkreng juga demikian, di Jawa Timur. Termasuk juga yang di Bali. Di Bali juga dilakukan kontraflow dan termasuk one-way,” katanya.
Selain itu, Korlantas turut memantau wilayah Sumatera, khususnya Medan, karena tingginya aktivitas masyarakat saat perayaan Natal dan Tahun Baru.
"Termasuk juga sekarang kemungkinan yang ada di Medan karena juga ada cara bertindak khusus. Itu juga aktivitas masyarakat merayakan Natal juga cukup banyak,” ujar Agus.
Baca juga: Kakorlantas Irjen Agus Suryo Nugroho: Personel Polantas Wajib Terapkan Empat Prinsip Keadilan
Ia menjelaskan, peningkatan aktivitas masyarakat secara langsung berdampak pada kapasitas dan volume kendaraan, terutama di jalur non-tol.
"Kalau yang di non-tol itu menyesuaikan. Jadi kegiatan masyarakat meningkat. Jadi kapasitas dan volume kendaraan juga bertambah,” ucapnya.
Korlantas memprediksi puncak arus lalu lintas libur Natal dan Tahun Baru terjadi pada 20 dan 24 Desember, sementara pola arus balik akan menyesuaikan kondisi di lapangan.
Penentuan rekayasa lalu lintas, baik di tol maupun non-tol, akan dilakukan berdasarkan pemantauan volume kendaraan secara real time.
Dalam Operasi Lilin 2025, Polri menyiapkan pengamanan terintegrasi di empat klaster utama, yakni jalan tol dan arteri, pelabuhan penyeberangan, tempat ibadah, serta kawasan wisata.
Seluruh skenario rekayasa lalu lintas, termasuk contraflow dan one way, telah disimulasikan untuk menghadapi lonjakan arus dan potensi cuaca ekstrem selama periode Natal dan Tahun Baru.
Baca tanpa iklan