News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Stunting di Indonesia

Menteri Wihaji Terima Penghargaan OPSI 2025 atas Keberhasilan Program DASHAT Turunkan Stunting

Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Wihaji menerima Penghargaan OPSI 2025 dari Menteri PANRB Rini Widyantini atas keberhasilan program DASHAT.

Ringkasan Berita:

  • Penghargaan OPSI 2025 yang diterima Menteri Wihaji menegaskan keberhasilan program DASHAT sebagai inovasi pelayanan publik yang efektif dalam menurunkan prevalensi stunting. 
  • Capaian ini menjadi validasi bahwa intervensi berbasis data, komunitas, dan keberlanjutan mampu mengubah tantangan gizi menjadi kesejahteraan nyata. 
  • Ke depan, DASHAT akan diperluas ke seluruh daerah sebagai strategi nasional penguatan ketahanan gizi keluarga.

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, menerima Penghargaan Outstanding Public Service Innovations (OPSI) 2025 di Jakarta, pada Senin (15/12/2025).

Penghargaan itu diberikan oleh Menteri PANRB Rini Widyantini atas keberhasilan program “Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT)” menurunkan prevalensi stunting secara signifikan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), prevalensi berarti jumlah keseluruhan penyakit yang terjadi pada suatu waktu tertentu di sebuah wilayah.

Sedangkan Stunting adalah permasalahan gizi kronis karena kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang cukup lama.

Jadi Prevalensi Stunting adalah jumlah keseluruhan permasalahan Stunting yang terjadi pada waktu tertentu di sebuah daerah.

OPSI merupakan penghargaan tertinggi inovasi pelayanan publik nasional. Penghargaan itu diberikan atas dua bukti dampak utama DASHAT yang menjadi dasar penilaian.

Yaitu  keberhasilan menurunkan prevalensi stunting sebesar 23,1 persen di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada 2024; dan kemampuan mengurangi kasus balita sangat kurus sebesar 17,4% hanya dalam tiga bulan intervensi.

Wihaji menerima penghargaan secara langsung. Ini menjadi bukti kepemimpinan Wihaji berorientasi pada outcome yang terukur. 

Tindakan simbolis ini menyampaikan pesan kuat bahwa kesuksesan sebuah program dinilai dari kemampuannya mengubah statistik menjadi kesejahteraan nyata bagi masyarakat.

DASHAT, yang telah dijalankan di 19.052 lokasi dan menjadi bagian integral dari 77.201 Kampung Keluarga Berkualitas, membuktikan bahwa pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis sociopreneurship bukan sekadar wacana.

Program ini mengubah pola intervensi dari bantuan jangka pendek menjadi pembangunan ketahanan gizi keluarga yang mandiri dan berkelanjutan.

Dengan raihan OPSI 2025 ini, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN di bawah kepemimpinan Menteri Wihaji menempatkan DASHAT sebagai referensi nasional untuk intervensi stunting yang efektif.

Penghargaan ini menjadi validasi bahwa inovasi yang berbasis data, melibatkan komunitas, dan memiliki dampak langsung adalah kunci keberhasilan program prioritas pemerintah.

Prestasi ini menjadi landasan bagi Menteri Wihaji untuk menginstruksikan pengembangan DASHAT ke seluruh daerah, termasuk untuk terlibat aktif dalam pemberian MBG bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita Non PAUD (3B).

Dalam hal ini DASHAT selain sebagai pelaksana, juga melakukan edukasi agar setiap keluarga memiliki ketahanan pangan dan pola konsumsi sehat.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini