Ringkasan Berita:
- Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) menyelenggarakan International Conference of Muslim Women (ICMW) 2025 pada 15 Desember 2025 di Graha Mandiri, Jakarta, dengan tema Women and Food Security.
- Forum ini menegaskan peran strategis perempuan sebagai aktor utama dalam sistem pangan, mulai dari keluarga hingga tata kelola global.
- Konferensi dibuka oleh Wakil Presiden ICMI Fitri Sari dan Presiden ICMI Arief Satria.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) mendorong ketahanan pangan nasional dan global melalui penguatan kepemimpinan perempuan.
Komitmen itu diwujudkan dengan penyelenggaraan International Conference of Muslim Women (ICMW) 2025 yang akan digelar pada Senin (15/12/2025), di Graha Mandiri, Jakarta, dengan tema Women and Food Security.
ICMI adalah sebuah organisasi non-pemerintah yang menaungi para cendekiawan Muslim di Indonesia sejak 1990.
Organisasi ini berperan dalam bidang sosial, politik, pendidikan, dan pembangunan, dengan fokus pada kontribusi intelektual Muslim untuk kemajuan bangsa.
Melalui forum internasional ini, ICMI, khususnya Majelis Pengurus Pusat (MPP) ICMI Bidang Pemberdayaan Pemuda, Perempuan, dan Anak, menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis sebagai aktor utama dalam sistem pangan, mulai dari keluarga hingga tata kelola pangan global.
Konferensi ini dibuka dengan sambutan Wakil Presiden ICMI Fitri Sari, dan sambutan Presiden ICMI Arief Satria lewat video.
Ketua Panitia ICMW 2025, Hanifah Husein, menekankan bahwa kecukupan pangan merupakan fondasi utama bagi terwujudnya masyarakat yang sehat dan produktif.
Perempuan, menurutnya, berada di garda terdepan dalam pemenuhan gizi keluarga sekaligus memiliki peran penting dalam rantai produksi dan distribusi pangan.
“Ketahanan pangan adalah hak asasi manusia. Ketika perempuan diberdayakan secara keilmuan dan struktural, maka ketahanan pangan nasional memiliki fondasi yang jauh lebih kuat,” kata Hanifah.
Rangkaian acara ICMW 2025 dirancang komprehensif dan reflektif terhadap peran perempuan dalam tata kelola pangan global.
Kegiatan ICMW dilanjutkan dengan tiga sesi diskusi dengan tema “the role of Women in Food Governance”.
Tiga sesi utama membahas secara mendalam peran perempuan dalam tata kelola pangan, konsep Islam dalam pencapaian ketahanan pangan, serta inovasi teknologi dan sosial untuk peningkatan gizi dan diversifikasi pangan.
ICMI
- ICMI adalah Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, sebuah organisasi non-pemerintah yang menaungi para cendekiawan Muslim di Indonesia sejak tahun 1990.
- ICMI didirikan: 7 Desember 1990 di Malang, Jawa Timur, saat pertemuan cendekiawan Muslim berlangsung pada 6–8 Desember 1990.
- Pendiri/Pemimpin awal: Baharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) terpilih sebagai Ketua Umum pertama.
Baca tanpa iklan