Ringkasan Berita:
- 1.300 bibit berbagai jenis pohon diberikan kepada pelari.
- Semua pihak diminta harus meneguhkan komitmen untuk terus menjaga kelestarian alam.
- Pentingnya memperhatikan lingkungan hidup dalam melakukan pembangunan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ikatan Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (IKA SKMA) membagikan 1.300 bibit berbagai jenis pohon ke masyarakat, sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Pembagian bibit pohon tersebut dilakukan pada kegiatan IKA 5KMA Run 2025 yang bertema "Jejakmu Hijaukan Bumi, Birukan Langit" di Lapangan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Minggu (21/12/2025).
Ketua Umum IKA SKMA Irwan Fecho, mengatakan, di tengah bencana yang melanda Sumatera, tentu semua pihak harus meneguhkan komitmen untuk terus menjaga kelestarian alam.
"Alam perlu kita lestarikan, dan hari ini kita berlari, tetapi seluruh runners (pelari) diberikan bibit tanaman yang kemudian wajib para runners tanam kembali di Bogor atau di rumahnya masing-masing," papar Irwan.
"Jangan anggap remeh satu pohon, InsyaAllah menjadi kemuliaan bagi Indonesia, bagi bumi kita," sambungnya.
IKA SKMA merupakan kumpulan dari alumni sekolah kehutanan menengah atas, dan pelaksanaan di Cibinong, Bogor, karena SKMA adalah organisasi pendidikan tertua kehutanan di Indonesia sejak 1908, yang mana IKA SKMA sendiri pada 1955 di Bogor.
"Jadi, Bogor tentu menjadi landasan yang kuat untuk kami meneguhkan kembali IKA SKMA, komitmen kami terhadap lingkungan hutan dan alam Indonesia," papar Irwan.
Dalam kegiatan ini, turut hadir Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Kapusdiklat Kementerian Kehutanan Kus Damayanti, hingga Bupati Bogor Rudy Susmanto.
AHY menyampaikan, bangsa ini masih berduka atas bencana yang menimpa masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menurutnya, pemerintah akan terus berupaya melakukan rehabilitas dan rekonstruksi pascabencana.
"Saya selaku menko PMK, yang juga sudah beberapa kali turun ke daerah bencana. Kita semua harus bergerak agar misi dan bantuan kemanusiaan bisa langsung diberikan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan, terutama yang saat ini masih ada di pengungsian," kata AHY.
Selain itu, AHY menekankan pentingnya memperhatikan lingkungan hidup dalam melakukan pembangunan, karena itu merupakan masa depan bangsa hingga anak cucu nanti.
"Pada akhirnya kita ingin maju tanpa merusak bumi kita, tanpa merusak lingkungan, tanpa merusak hutan-hutan kita. Kalau melihat anak cucu kita, kita harus ingat menjaga bumi dan lingkungan kita," katanya.
Baca tanpa iklan