News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Cegah Kebocoran Anggaran, KPK Identifikasi Titik Rawan Korupsi di Program MBG hingga SDA

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RENTAN KORUPSI — Para pimpinan KPK serta juru bicara KPK berfoto sebelum dimulainya agenda konferensi pers Kinerja Akhir Tahun KPK 2025, Gedung KPK, Jakarta, Senin (22/12/2025). KPK menggelar 11 OTT sepanjang 2025.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti potensi kerentanan korupsi pada sejumlah program strategis pemerintah yang memiliki dampak fiskal besar. 

Melalui kajian strategis yang dilakukan sepanjang tahun 2025, lembaga antirasuah ini mengidentifikasi titik rawan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), KIP-Kuliah, hingga tata kelola Sumber Daya Alam (SDA).

Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, dalam konferensi pers Kinerja Akhir Tahun KPK 2025 di Gedung Merah Putih, Jakarta, Senin (22/12/2025), menegaskan bahwa pengawasan sejak dini mutlak diperlukan.

"Melalui kajian strategis, KPK mengidentifikasi kerentanan pada sejumlah program besar seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), KIP-Kuliah, hingga tata kelola Sumber Daya Alam dan lingkungan," kata Johanis Tanak.

Potensi Kebocoran Anggaran

Tanak menjelaskan bahwa besarnya anggaran yang digelontorkan untuk program-program tersebut membawa risiko tinggi jika tidak disertai tata kelola yang ketat. 

Ia memperingatkan bahwa tanpa pengawasan sejak tahap awal, potensi kebocoran anggaran sangat terbuka lebar.

"Dampak fiskal program MBG, KIP-Kuliah, hingga tata kelola Sumber Daya Alam dan lingkungan sangat besar, sehingga jika tidak diawasi sejak awal, berpotensi bocor," ujar pensiunan jaksa ini.

KPK mencatat bahwa modus korupsi dewasa ini semakin canggih dan kerap tersembunyi di balik kebijakan serta prosedur administratif. 

Oleh karena itu, strategi pencegahan harus dilakukan dari hulu ke hilir melalui transparansi, akses data, dan perbaikan tata kelola.

Dari kajian strategis terhadap sektor-sektor rawan tersebut, KPK mengklaim telah menghasilkan perbaikan fiskal senilai Rp753 miliar.

Optimalisasi Stranas PK dan Dampak Ekonomi

Temuan titik rawan ini menjadi pijakan bagi KPK untuk mengoptimalkan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK). 

Memasuki periode 2025–2026, Stranas PK melibatkan 67 kementerian/lembaga dan 38 pemerintah provinsi dengan 15 aksi pencegahan yang lebih fokus.

Hasil nyata dari perbaikan tata kelola ini terlihat pada pengembangan sistem Simbara (Sistem Informasi Mineral dan Batubara) yang berhasil mendongkrak Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga Rp432,2 triliun. 

Selain itu, perbaikan data subsidi listrik berbasis NIK memberikan efisiensi anggaran sekitar Rp14,5 triliun per tahun.

Capaian Kerja Senyap Pencegahan

Selain menyoroti kerentanan program strategis, Tanak juga memaparkan capaian kerja senyap kedeputian pencegahan yang menjadi bagian dari Trisula KPK.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini