News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mantan Anggota Projo Soroti Dinamika Jokowi, PSI, dan Jusuf Kalla

Penulis: Rahmat Fajar Nugraha
Editor: Muhammad Zulfikar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Diskusi Obor Rakyat Reborn bertajuk JK Effect dan Nasib Trah Jokowi 2029 di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/05/2026).

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan anggota Pro Jokowi (Projo) Budianto Tarigan menilai Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Partai Solidaritas Indonesia atau PSI mengalami tekanan usai diduga memainkan isu agama terhadap Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla.

Hal itu disampaikan Budianto dalam diskusi Obor Rakyat Reborn bertajuk JK Effect dan Nasib Trah Jokowi 2029 di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/5/2026).

Baca juga: Polisi Akan Umumkan Nasib Tersangka Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo: Kita Tunggu Aja, P21 Bukan Final

Budianto mengatakan hubungan Jokowi dan JK mulai memanas setelah JK meminta agar ijazah Jokowi diperlihatkan kepada publik.

"Begitu Pak JK mengatakan 'tunjukkan saja ijazahnya kalau ada,' ya udah berentet semua nih pelaporan-pelaporan ini dan pemotongan-pemotongan video pidato Pak JK," katanya.

Menurut dia, Jokowi dan PSI justru salah langkah karena mencoba memainkan isu sara terhadap JK.

"Jadi kesimpulan saya, hari ini PSI kedodoran, Pak Jokowi juga babak belur. Ketiga, jangan coba-coba memainkan isu agama dalam kepentingan politik," tambahnya.

Budianto berharap Jokowi dapat menunjukkan langsung ijazahnya untuk mengakhiri polemik mengenai keabsahan ijazah tersebut
.
"Mereka ini kan pernah relasi yang dekat kan. Berdua nih, satu presiden, satu wakil. Masa sih susah-susah, Pak Jokowi?" katanya.

Polemik ini berawal dari isu soal keaslian ijazah Jokowi.

Nama Jusuf Kalla kemudian ikut terseret setelah muncul pernyataannya yang dianggap menyinggung polemik tersebut.

JK sempat meminta agar ijazah Jokowi cukup diperlihatkan saja untuk mengakhiri perdebatan.

Pernyataan itu lalu memicu reaksi dari pendukung Jokowi, termasuk dari kalangan yang dekat dengan PSI. 
Lalu muncul ihwal video ketika JK menyampaikan ceramah di Masjid UGM pada Maret 2026 yang menyinggung konflik Poso dan Ambon, termasuk pembahasan mengenai konsep “mati syahid”.

Baca juga: Pengamat Nilai Rencana Jokowi Turun Gunung Bisa Bikin Rakyat Antipati Terhadap PSI

Sejumlah kelompok masyarakat menilai pernyataan tersebut menyinggung ajaran Kristen sehingga melaporkannya ke kepolisian.

JK membantah melakukan penistaan agama. Menurutnya, pernyataan itu disampaikan dalam konteks sejarah konflik yang pernah ia tangani saat menjabat sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra).

Kasus ini pun masih berlanjut yang di mana kini Sekretaris Dewan Pembina PSI, Grace Natalie dilaporkan ke polisi oleh 40 ormas Islam yang tergabung dalam Aliansi untuk Kerukunan Umat Beragama atas dugaan penghasutan dan ujaran kebencian.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini