Jadi secara aturan bahwa jika keberangkatan pukul 10.00, penumpang itu maksimal 5 menit sudah melakukan tap in. Jadi 5 menit sebelum jadwal keberangkatan, gate sudah ditutup. Karena memang kalau pernah ke stasiun Whoosh, baik di Halim, Padalarang, Tegalluar, itu tangganya nyebrang peron, turun, dan tinggi juga ya. Itu memakan waktu sekitar 3 sampai 5 menit, dan bahaya kalau terburu-buru.
Sehingga kita punya peraturan bahwa 5 menit sebelum jadwal keberangkatan gate sudah ditutup. Orang tidak bisa lagi tap atau masukin tiket.
Bagi penumpang yang terlambat, kita punya kebijakan bahwa 15 menit maksimal setelah jadwal keberangkatan, orang masih bisa reschedule.
Tanya: Free?
Jawab: Free. Enggak kena biaya.
Tanya: Di stasiun atau digital?
Jawab: Di stasiun. Jadi petugas kita juga sudah diedukasi bahwa ketika melihat ada penumpang yang terburu-buru dan ketika waktunya enggak mencukupi, kita langsung mengarahkan, "Ibu enggak usah ke atas, Ibu langsung reschedule saja ke jam selanjutnya."
Karena toh dia dengan menunggu hanya sekitar 15 menit, 20 menit sudah bisa berangkat lagi naik ke kereta selanjutnya.
Tanya: 15 menit setelah keberangkatan?
Jawab: Jadi penumpang bisa reschedule maksimal 15 menit setelah jadwal keberangkatan, dan itu tidak dikenakan biaya.
Tanya: Karena kan biasanya orang suka panik kan kayak buru-buru gitu kan ya?
Jawab: Ya, dan kadang ada macet di jalan raya yang tidak diprediksi. Jakarta kan ya, Bandung pun sekarang sudah mulai macet.
Makanya orang itu banyak datang dulu baru beli. Atau sudah mau dekat stasiun baru beli. Jadi reservasi itu mungkin hanya sekitar 30% saja. (Tribun Network/ Yuda).
Baca tanpa iklan