"Per hari ini ada penambahan jumlah korban jiwa sebanyak 6 jiwa. Sehingga total yang kemarin 1.129 jiwa kini menjadi 1.135 jiwa," tuturnya dalam konferensi pers daring, Kamis.
Sementara itu, jumlah korban hilang berkurang dan kini menyisakan 173 jiwa.
"Dan jumlah pengungsi ada 489.864 jiwa," jelas Abdul.
Santunan untuk Korban Jiwa
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, setiap kepala keluarga yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra akan menerima Rp8 juta.
Hal itu disampaikan oleh Teddy setelah bertemu dengan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta.
Informasi itu diunggah Seskab Teddy melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet pada Rabu (24/12/2025).
"Setiap kepala keluarga yang terdampak/mengungsi akan mendapat minimal Rp8 juta dengan rincian untuk isian rumah sebesar Rp3 juta, untuk pemulihan ekonomi Rp5 juta," ungkapnya.
Teddy menyebut, dana itu di luar dari beras 10 kg per bulan, uang lauk pauk Rp300-450 ribu per bulan, pembangunan hunian sementara dan hunian tetap, serta uang tunggu hunian sebesar Rp600 ribu.
Kemudian, santunan untuk korban jiwa sebesar Rp15 juta dan untuk korban luka berat, yaitu Rp5 juta.
Menurut Teddy, seluruh dana santunan itu bakal langsung dibagikan oleh Kementerian Sosial.
"Seluruh dana santunan tersebut akan langsung dibagikan Kementerian Sosial berdasarkan data dan persetujuan dari setiap bupati/wali kota daerah setempat," terangnya.
(Tribunnews.com/Deni)
Baca tanpa iklan