Dari pertemuan itu, kedua pihak sepakat mengakhiri polemik yang selama ini mencuat dan memilih penyelenggaraan Muktamar sebagai jalan keluar penyelesaian persoalan.
Ma’ruf Amin pun mengapresiasi itikad baik Rais Aam dan Gus Yahya, terutama di tengah isu adanya saling serang di antara keduanya.
“Pertemuan ini hasilnya baik. Ujungnya ada kesepakatan untuk segera menggelar Muktamar secara bersama, bukan sepihak. Jadi penyelesaiannya adalah Muktamar,” ujar Ma’ruf Amin.
Ia menjelaskan para Mustasyar dan kiai sepuh berperan memfasilitasi agar kedua pihak berada pada satu arah yang sama, yakni meredam konflik melalui forum Muktamar.
“Sekarang sudah tidak ada konflik,” kata Ma’ruf Amin di Pesantren Lirboyo, seperti ditayangkan Tribunnews.
Ma’ruf Amin menambahkan, hasil pertemuan tersebut sejalan dengan kesepakatan yang telah dicapai dalam rapat sebelumnya bersama jajaran pengurus wilayah (PWNU) dan pengurus cabang (PCNU) Nahdlatul Ulama yang juga digelar di Pesantren Lirboyo.
“Sejak kemarin di sini arahnya sudah sama, ujungnya Muktamar,” jelasnya.
Tentang hubungan Rais Aam dan Gus Yahya, Ma’ruf Amin memastikan keduanya telah berdamai dan siap memikul tanggung jawab bersama, termasuk dalam pembentukan panitia Muktamar.
“Rais Aam dan ketua umum nanti bersama-sama membentuk panitia, itu menandakan tidak ada lagi konflik,” tuturnya.
Ia menegaskan perbedaan pendapat dalam organisasi merupakan hal yang wajar, tetapi yang terpenting adalah mengembalikan tujuan bersama untuk mencari solusi terbaik.
(Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani)
Baca tanpa iklan