TRIBUNNEWS.COM, BEKASI – Arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 20266 mulai memasuki fase transisi pada Jumat (26/12/2025). Hampir separuh pemudik tercatat telah meninggalkan Jakarta, mendorong pemerintah dan aparat terkait mengalihkan fokus dari pengamanan mudik ke persiapan arus balik.
PT Jasa Marga mencatat sebanyak 1.457.000 kendaraan, atau sekitar 49 persen dari total proyeksi 2,9 juta kendaraan, telah keluar dari wilayah Jakarta hingga Jumat (26/12/2025) siang.
Angka tersebut menunjukkan pergerakan pemudik mendekati separuh dari estimasi total perjalanan selama periode libur akhir tahun.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, mengatakan capaian itu menjadi indikator penting dalam membaca pergeseran pola lalu lintas nasional.
“Dari proyeksi 2,9 juta kendaraan selama Nataru, hingga pukul 14.00 WIB sudah mencapai 1.457.000 kendaraan atau sekitar 49 persen. Dibanding tahun lalu, ini meningkat sekitar 3,5 persen,” ujar Rivan di Command Center KM 29 Tol Jakarta–Cikampek, Jawa Barat, Jumat (26/12/2025).
Fokus Beralih ke Arus Balik
Data tersebut menjadi dasar evaluasi lintas instansi yang digelar pemerintah pada Jumat malam.
Evaluasi dilakukan untuk memastikan kesiapan menghadapi arus balik yang diperkirakan mulai meningkat pada awal Januari 2026.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan koordinasi rutin terus dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan masyarakat.
“Malam ini kami melakukan analisa dan evaluasi. Harapannya, penyelenggaraan angkutan Nataru dapat berjalan selamat, aman, dan lancar sampai arus balik,” kata Dudy.
Sementara itu, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan bahwa puncak arus mudik telah terlewati.
Aparat kini memusatkan perhatian pada pengelolaan pergerakan kendaraan menuju Jakarta dan kota-kota besar lainnya.
“Hasil evaluasi ini membuat kami fokus menyiapkan strategi arus balik, baik di jalan tol, arteri, penyeberangan, hingga kawasan wisata,” ujar Agus.
Korban Kecelakaan Turun, Tetap Waspada
Dalam evaluasi sementara, Polri mencatat adanya penurunan angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas selama periode mudik Nataru.
“Fatalitas korban meninggal dunia turun sekitar 23,23 persen,” kata Agus.
Meski demikian, aparat menegaskan kewaspadaan tetap diperlukan.
Baca tanpa iklan