TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 4.839 rumah di Aceh Tamiang hilang imbas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.
Hal itu disampaikan oleh Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi dalam rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana Sumatera yang digelar DPR RI di Aceh, Selasa (30/12/2025).
"Kemudian kami menelepon juga untuk kondisi rumah. Rumah yang hilang di Aceh Tamiang, hitungan kami masih dinamis, sebanyak 4.839 rumah yang hilang."
“Jadi ini ada di beberapa gampong atau beberapa desa memang betul-betul hilang, terutama yang di pinggir sungai,” sambungnya.
Lebih lanjut, Armia menuturkan bahwa sebanyak 8.509 rumah rusak berat.
"Rusak berat itu ada 8.509 buah. Rusak sedang ada 9.366 buah, dan rusak ringan sebanyak 15.174 buah," terangnya.
Pembangunan Huntara
Sebelumnya, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) mempercepat pembangunan Huntara di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor.
Proyek ini dikerjakan melalui kolaborasi tujuh BUMN Karya di bawah Danantara, dengan pola kerja 24 jam dengan pola shifting dan pengawasan mutu yang diperketat agar hunian segera layak ditempati.
Hutama Karya bersama BUMN Karya lain memfokuskan target pekerjaan Huntara sebanyak 196 unit.
Hutama Karya terus mengerahkan sumber daya optimal untuk dapat menyelesaikan target hunian agar dapat difungsionalkan pada Kamis (1/1/2026) mendatang.
Pekerjaan proyek difokuskan ke pekerjaan fondasi, rangka atap, rangka dinding, lantai panggung, serta pintu dan jendela.
Sampai dengan Senin (29/12/2025) ini, progres pekerjaan dengan fokus pada percepatan pekerjaan struktur dan utilitas dasar agar unit segera fungsional.
Huntara ini dirancang dengan konsep hunian memanjang dengan ukuran per unit 4,5 meter x 4,5 meter.
Baca juga: Konstruksi 24 Jam, Hutama Karya Kebut Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang
Dorongan percepatan penyediaan Huntara pun menguat seiring agenda Presiden RI, Prabowo Subianto dijadwalkan pada Kamis (1/1/2026) meninjau perkembangan pembangunan Huntara di Aceh Tamiang sekaligus bertemu warga terdampak banjir.
Baca tanpa iklan