News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

RPI Optimis Jenderal Sigit Wujudkan Transformasi Budaya Polri di Tahun 2026

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Erik S
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERUBAHAN MENDASAR- Rumah Politik Indonesia (RPI) optimis Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan mengalami perubahan mendasar yang signifikan sepanjang tahun 2026.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Rumah Politik Indonesia (RPI) optimis Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan mengalami perubahan mendasar yang signifikan sepanjang tahun 2026.

RPI yakin Jenderal Listyo Sigit bakal mewujudkan transformasi budaya yang signifikan di tubuh Polri di tahun 2026 dengan berkaca dengan kesuksesan Kapolri mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran di Tahun 2025. 

"Optimisme ini bukan tanpa dasar. Era pemerintahan Prabowo-Gibran membawa angin segar bagi reformasi institusi penegak hukum, dengan Polri diposisikan sebagai tulang punggung penegakan demokrasi hukum," ujar Direktur Eksekutif Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas dalam keterangannya, Sabtu (3/1/2026).

Baca juga: Legislator Gerindra: Reformasi Polri Harus Sentuh Akar Masalah Bukan Hanya Penindakan Individu

Fernando Emas mengungkapkan bahwa momentum ini merupakan peluang emas untuk mewujudkan transformasi budaya yang komprehensif, tidak hanya dalam aspek operasional tetapi juga dalam membangun karakter dan integritas personel Polri.

Menurut dia, transformasi budaya Polri yang dicanangkan mencerminkan kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan zaman. 

"Masyarakat Indonesia kini menuntut kepolisian yang tidak hanya tegas dalam menegakkan hukum, tetapi juga humanis, transparan, dan akuntabel dalam setiap tindakannya. 

Harapan ini sejalan dengan visi pemerintahan Prabowo-Gibran yang menekankan pada tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan berorientasi pada kepentingan rakyat," jelas dia.

 

Rumah Politik Indonesia merupakan lembaga independen yang berperan penting dalam membaca dinamika politik nasional. 

Kerap melakukan survei bidang politik, sosial, dan ekonomi di berbagai provinsi, RPI memberikan gambaran tentang tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga negara dan tokoh politik.

Hasil surveinya sering menjadi bahan diskusi publik dan media.

Baca juga: Mabes Polri Pastikan Pedomani KUHP dan KUHAP Baru yang Mulai Berlaku Hari Ini

Sebagai lembaga think tank yang fokus pada analisis politik dan kebijakan publik, kata Fernando Emas, Rumah Politik Indonesia memberikan pandangan strategis bahwa keberhasilan transformasi Polri akan berdampak luas pada stabilitas nasional.

Polri yang tereformasi, kata dia, akan menjadi fondasi kuat bagi penegakan hukum yang adil, perlindungan hak asasi manusia, dan terciptanya rasa aman di tengah masyarakat. 

"Transformasi ini juga diharapkan dapat mengubah persepsi publik terhadap institusi kepolisian, dari sekadar penegak hukum menjadi mitra masyarakat dalam membangun peradaban bangsa yang lebih baik. Dalam konteks pemerintahan Prabowo-Gibran yang menekankan pada pembangunan berkelanjutan, kedaulatan, dan kesejahteraan rakyat, peran Polri menjadi sangat strategis," tutur dia.

Lebih lanjut, Fernando Emas mengharapkan Polri mampu menjaga stabilitas keamanan yang menjadi prasyarat bagi berjalannya roda pembangunan ekonomi dan sosial.

Baca juga: Catatan Akhir Tahun 2025 IPW: Polri Tak Konsisten Mengawal Reformasi Kultural

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini