Abdul Mu'ti dijadwalkan memimpin pembukaan kembali kegiatan belajar mengajar di daerah terdampak.
Oleh sebab itu, Abdul Muhari mengatakan, upaya pembersihan kawasan terus dilakukan.
"Beberapa titik sudah bersih da ini terus dikebut proses pembersihan baik sekolah umum maupun madrasah," ungkap Aam, panggilan akrabnya.
Baca juga: BNPB Pastikan Akses Jalan Nasional Terdampak Banjir di Sumatra Pulih 100 Persen
Layanan Kesehatan
BNPB juga memastikan, layanan kesehatan tetap berjalan di wilayah terdampak bencana.
Aam menyebut, seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD) di wilayah terdampak kembali beroperasi.
“Tetapi perpanjangan dari RSUD ini, puskesmas-puskesmas masih ada yang beroperasi terbatas, masih dalam proses pembersihan dan seterusnya,” lanjutnya.
Sehingga, titik titik pelayanan yang diharapkan bisa menjangkau masyarakat dijalankan melalui tenda dan lainnya.
Pemenuhan Air Bersih
Dalam kesempatan tersebut, Aam menjelaskan, pemenuhan sumber air bersih terus dilakukan di beberapa titik. Tidak hanya di aceh, namun juga Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
"Selain dengan sumur bor juga dengan distribusi air bersih menggunakan mobil penjernih air dari TNI AD, BNPB, BRIN, dan relawan, ini semua kita optimalkan agar titik yang jaringan PDAM belum optimal 100 persen, kebutuhan air bersih masyarakat bisa terpenuh," tutur Aam.
Pembangunan Huntara
Disampaikan Aam, saat ini rumah hunian sementara (Huntara) yang sedang dibangun sebanyak 106 unit.
Menurutnya, ada dua skema pembangunan skema. Satu di antaranya pembangunan huntara dalam satu kawasan terpadu yang dikerjakan bersama TNI, Polri, Danantara hingga pemerintah.
"Ada beberapa skema, ada yang satu komplek kawasan (sedang disiapkan), bersama Danantara, TNI, Polri, masyarakat, ada juga yang in-Situ."
In-Situ, maksudnya sebagian besar dibangun warga pemilik sendiri dengan kriteria sama seperti yang dibangun dengan pemerintah pusat.
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan pembangunan huntara di Gampong Bundar, Kabupaten Aceh Tamiang, rampung awal Januari 2026.
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan, Huntara dibangun agar masyarakat terdampak bencana banjir dapat segera tinggal di tempat yang lebih layak, aman, dan bermartabat.
Baca tanpa iklan