News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Elite PKS Minta Audit Ketat Pemakaian Anggaran Program MBG

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

AUDIT PROGRAM MBG - Siswa menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterimanya di SMA Katolik Tri Sakti, Medan, Sumatra Utara, Jumat (17/10/2025). Ketua Majelis Pertimbangan Partai Keadilan Sejahtera (MPP PKS) Mulyanto meminta ada audit ketat terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) terutama terkait penggunaan anggarannya yang sangat besar. TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR

“MBG adalah kebijakan sosial strategis, dengan itikad luhur. Jika program strategis ini tercemar oleh konflik kepentingan, maka yang dirugikan bukan hanya keuangan negara, tetapi kepercayaan rakyat terhadap negara dan demokrasi itu sendiri," ujarnya.

"Demi menjaga marwah negara dan demokrasi yang bermartabat, maka pelaksanaan MBG ini mesti dikawal secara ketat, diaudit secara independen, dan dijauhkan sepenuhnya dari praktik politik praktis. Kepentingan anak-anak Indonesia harus dijauhkan dari hiruk-pikuk kepentingan kekuasaan,” pungkasnya.

Celios Kritik Program MBG di Masa Libur Sekolah

Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Media Wahyudi Askar, mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih terus dilanjutkan di masa libur sekolah.

Badan Gizi Nasional (BGN) telah memastikan distribusi MBG kepada para siswa akan tetap berjalan meski sedang libur sekolah.

Libur sekolah akhir tahun yang mencakup Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di masing-masing provinsi bervariasi, tetapi pada umumnya sekolah akan libur mulai 22 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.

Media lantas mempertanyakan bagaimana akuntabilitas atau pertanggungjawaban BGN terkait opsi orang tua siswa mengambil jatah MBG anaknya ke sekolah.

Sebab, jika orang tua tidak sempat mengambil, maka sajian MBG akan dialihkan ke pihak lain, demi mencegah mubazir.

"Tidak benar juga orang tua, keluarga, diminta untuk mengambil [MBG] ke sekolah gitu," ujarnya di program Sapa Indonesia Pagi di kanal YouTube KompasTV, Jumat (26/12/2025).

"Dan akhirnya apa? Kalau tidak diambil ke sekolah ya itu makanan hilang percuma dan sebagian sekolah akhirnya memberikan makanan-makanan itu kepada orang lain dan lantas akuntabilitas dari program ini seperti apa?" sambungnya.

Sebagai informasi, BGN telah memberikan opsi MBG bisa diambil orang tua atau keluarga ke sekolah, karena anak-anak sedang libur.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan anak-anak tidak dipaksa datang ke sekolah hanya untuk mengambil MBG. Dia beralasan menu MBG selama libur sekolah bisa diambilkan oleh keluarga atau orang tua siswa.

"Jadi anak-anak tidak dipaksa untuk datang ke sekolah. Silakan saja kalau makanan MBG itu diambil ibunya, ayahnya, atau saudaranya," kata Nanik dalam keterangan pers, Selasa (23/12/2025).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini