TRIBUNNEWS.COM - Pengamat militer dan pertahanan, Prof. Connie Rahakundini Bakrie, menilai kasus yang menyeret sosok berinisial AA atau Ayu Aulia berpotensi menimbulkan dampak strategis serius terhadap institusi negara, khususnya Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @connierahakundinibakrie pada Senin (5/1/2026), Connie menyoroti setidaknya lima konsekuensi utama yang muncul.
Yakni mulai dari erosi kepercayaan publik hingga meningkatnya risiko politisasi militer.
“Terjadi erosi kepercayaan publik pada institusi negara,” tulis Connie, menegaskan bahwa dampak kasus tersebut tidak berhenti pada individu, melainkan menjalar pada legitimasi kelembagaan secara luas.
Menurut Connie, salah satu catatan paling krusial adalah terbuktinya militer ditarik ke dalam arena politik naratif, bukan pada fungsi utamanya sebagai alat pertahanan negara.
Kondisi ini dinilai berbahaya karena berpotensi mengaburkan batas antara institusi militer dan dinamika politik sipil.
Lebih lanjut, Connie mengingatkan bahwa militer kini dipaksa mengelola persepsi publik, alih-alih fokus pada kesiapan tempur dan profesionalisme pertahanan.
Pergeseran orientasi ini dinilai dapat melemahkan postur pertahanan negara dalam jangka panjang.
“Militer dipaksa mengelola persepsi, bukan kesiapan tempur,” tulisnya, sembari memberi catatan khusus kepada Pusat Penerangan TNI (@puspentni).
Ia juga menilai risiko politisasi institusi negara semakin meningkat ketika standar profesional dan etika kelembagaan terus diturunkan untuk merespons tekanan situasional.
Dalam pernyataannya, Connie mengingatkan bahwa institusi negara yang kehilangan standar akan kehilangan ruang manuver strategis.
Baca juga: Zanzabella Kritik Sikap Ayu Aulia setelah sang Model Minta Kemhan Tak Dihujat Imbas Unggahannya
Setiap keputusan menjadi mahal secara politik, dan setiap langkah berpotensi dianggap salah di mata publik.
“Institusi negara yang terus menurunkan standar tidak akan lagi memiliki ruang manuver. Semua opsi menjadi mahal, semua keputusan seperti salah, dan legitimasi institusi akan runtuh bersamanya,” tegas Connie.
Pernyataan ini menjadi peringatan keras tentang pentingnya menjaga netralitas militer, supremasi sipil, serta fokus TNI pada fungsi utama pertahanan negara di tengah dinamika politik dan opini publik yang semakin kompleks.
Baca tanpa iklan