Ringkasan Berita:
- Pengamat Dedi Kurnia Syah menilai kegiatan retret Kabinet Merah Putih di kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, tidak rasional.
- Retret dinilai hanya akan jadi agenda politis dan formal, justru agenda semacam ini menghambat kinerja serta membuat pejabat elite terkooptasi dengan politik Presiden.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai retret Kabinet Merah Putih di kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, hari ini, Selasa (6/1/2026), tidak rasional.
"Kegiatan semacam itu tidak rasional untuk pemerintahan yang sudah berjalan hampir setengah periode," kata Dedi kepada Tribunnews.com, Selasa.
Dedi mengatakan, Prabowo seharusnya lebih progresif dan subtansial pada kerja dan kebijakan. "Retret hanya akan jadi agenda politis dan formal, justru agenda semacam ini menghambat kinerja serta membuat pejabat elite terkooptasi dengan politik Presiden," ujarnya.
Ia menilai, dalam setahun ini tidak ada perbedaan signifikan antara Pemerintahan Prabowo dan Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi. Padahal, Jokowi tidak melakukan retret.
"Artinya produktifitas tidak terbangun dari retret," ungkapnya.
Dedi mencontohkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menunjukkan kinerja bagus tanpa retret. "Artinya, presiden lebih perlu memahami publik dibandingkan harus mendikte pejabat," tegasnya.
Setelah dilantik sebagai presiden pada 20 Oktober 2024 lalu, Prabowo sempat menggelar retret bersama seluruh anggota kabinet.
Pada 24 Oktober 2025 lalu, Prabowo menggelar retret bersama Kabinet Merah Putih di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah. Februari 2025 lalu Prabowo juga sudah menggelar retret bersama kepala daerah di Akmil Magelang.
Baca juga: Prabowo Sentil Pengkritik MBG: Kita Pelajari 99,99 Persen Berhasil
Sementara itu, Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyebut retret tersebut difokuskan untuk menyatukan visi kabinet dalam menghadapi agenda pemerintahan satu tahun ke depan.
“Saya cuma mendapatkan informasi karena retreat itu kan dilakukan untuk eksekutif kabinet di pemerintahan bahwa hari ini ada akan diadakan untuk menyatukan visi,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/1/2026).
Ketua Harian DPP Partai Gerindra menilai penyelarasan visi antarkementerian menjadi faktor penting agar seluruh jajaran kabinet dapat bekerja secara terpadu dan efektif.
Dengan kesamaan pandangan, pemerintah diharapkan mampu menjalankan program secara lebih terfokus dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Supaya kemudian timbul lebih besar semangat bekerja untuk rakyat, dan juga kemudian fokus pada program pemerintah di 2026 begitu,” tandas Dasco.
Baca tanpa iklan