Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan keheranannya terhadap pihak-pihak yang tidak tergerak hatinya melihat kebutuhan gizi anak-anak Indonesia. Padahal, berdasarkan kajian, rata-rata satu dari lima anak Indonesia mengalami kekurangan gizi.
Angka tersebut setara dengan 20 persen, bahkan mencapai 30 persen di beberapa daerah. Banyak anak yang tubuhnya sangat lemah sehingga tumbuh tidak normal. Selain itu, puluhan juta anak Indonesia juga berangkat ke sekolah tanpa makan pagi dan hanya makan nasi dengan daun.
“Saya tidak paham manusia macam apa yang tidak tergerak hatinya melihat anak-anak seperti itu. Saya tidak paham. Hei orang-orang pintar, hei orang-orang pintar yang mengejek, lihatlah dengan mata dan hati kalian rakyat kita, anak-anak itu. Saudara-saudara, percayalah kita berada di jalan yang benar. Di jalan membela keadilan, di jalan memberantas kemiskinan, di jalan menghilangkan kelaparan,” katanya.
Oleh karena itu, menurut Presiden, pemerintahan yang ia pimpin saat ini telah berada di jalan yang benar. Ia meminta para menteri dan kepala lembaga tidak takut dicaci dalam menjalankan program kerja.
"Saudara-saudara, percaya kita berada di jalan yang benar, di jalan membela keadilan, di jalan memberantas kemiskinan, di jalan menghilangkan kelaparan. Kita berada di jalan yang bersih dan suci, jalan yang diridai oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Prabowo.
Menurut Presiden, selama memiliki niat baik dan tidak melakukan kejahatan, maka tidak perlu ragu dan takut dalam mengambil keputusan.
Prabowo mengatakan pemerintahan yang ia pimpin menghadapi beragam penilaian, termasuk cacian dan fitnah. Mereka yang melontarkan hal tersebut tidak ingin rakyat Indonesia makmur dan sejahtera.
“Banyak kekuatan yang memang berada di pihak yang senang hidup dalam alam penuh korupsi, penyelewengan, dan penipuan. Mereka ingin kaya di atas penderitaan rakyat kecil. Jadi kita harus siap kalau kita dihantam, difitnah, dan diejek. Terima itu sebagai kebanggaan,” kata Prabowo.
“Kalau orang jahat mengejek kita, berarti kita benar dan kita harus terus melaksanakan serta membela kebenaran,” pungkasnya.
Baca tanpa iklan