TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi kisah tentang kerja cepat, keputusan tegas, dan kepemimpinan yang berpihak pada rakyat.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menegaskan, pemerintahan saat ini menunjukkan kinerja konkret dan kepemimpinan yang teruji.
“Presiden menunjukkan kepemimpinan yang cepat, tanggap, dan berpijak pada realita. Beliau ucapkan berkali-kali, kita harus segera, kita harus cepat. Kenapa? Karena people’s stomach cannot wait, mengutip Bung Karno — perut masyarakat tidak bisa menunggu,” ujar Qodari dalam wawancara eksklusif bersama Tribunnews di Jakarta, Selasa (6/1/2026).
Menurutnya, prinsip itulah yang membuat berbagai program prioritas berjalan cepat dan menyentuh langsung masyarakat.
Retret Kabinet: Refleksi dan Arah Baru
Tahun 2026 dibuka dengan Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang — forum refleksi dan penyamaan langkah antar-menteri di bawah komando Presiden Prabowo.
“Ini awal tahun, jadi satu: evaluasi pekerjaan 2025. Yang kedua: analisis situasi dan kondisi Indonesia di tengah dinamika global. Yang ketiga: perencanaan dan langkah ke depan tahun 2026,” jelas Qodari.
Ia menambahkan, retret itu juga menjadi ajang untuk membangun kesatuan visi kabinet.
“Bagi Presiden, penting sekali agar seluruh menteri punya cara pandang yang sama terhadap situasi dan kondisi bangsa.”
MBG: 55 Juta Penerima Manfaat, 1 Juta Lapangan Kerja
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi simbol keberhasilan tahun pertama pemerintahan Prabowo.
Hanya dalam satu tahun, program ini telah menjangkau 55 juta penerima manfaat— mayoritas anak sekolah di seluruh Indonesia.
“Brazil butuh 11 tahun untuk menjangkau 40 juta penerima. Kita hanya satu tahun,” kata Qodari.
MBG juga menciptakan efek ekonomi berantai.
“Perputaran uang yang berputar dari MBG sudah hampir mencapai Rp1 triliun setiap harinya. Dan itu terdistribusi di seluruh Indonesia.”
Baca tanpa iklan