TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pintu besi tanpa celah, kawat berduri, hingga body scanner X-ray menyambut setiap pengunjung yang masuk ke Lapas Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (8/1/2026).
Di balik pengamanan berlapis itu, ribuan narapidana dan petugas lapas menjalani tes urine serentak sebagai langkah deteksi dini untuk memastikan lingkungan penjara benar-benar bebas dari narkoba.
Sebelum melihat antrean napi dan sipir tes urine, ketegangan sudah terasa sejak melewati pintu masuk lapas.
Pengamanan Berlapis: Dari Kepala hingga Kaki
Wartawan Tribunnews.com, Abdi Ryanda Shakti, berkesempatan menyaksikan langsung proses tes urine di Lapas Narkotika Cipinang.
Sejak gerbang pertama, suasana terasa mencekam. Sebuah pos penjagaan kecil menjadi pintu masuk utama, dijaga ketat dengan jaring besi dan kawat berduri di atasnya.
Di bagian dalam, gedung-gedung kantor berdiri berjejer, sementara di sisi kanan tampak pintu besi abu-abu yang nyaris tanpa celah—satu-satunya akses menuju area tahanan.
Setiap pengunjung dihitung, identitas ditukar dengan kartu khusus bertali merah, lalu difoto oleh petugas.
Tas dan barang bawaan wajib dititipkan di ruang penjagaan.
Pemeriksaan badan dilakukan berulang, dari kepala hingga kaki, untuk memastikan tidak ada barang mencurigakan.
Ponsel dan dompet melewati mesin X-ray, sementara awak media diminta menaiki body scanner X-ray tanpa bergerak.
Setelah lolos, tangan pengunjung dicap “Lapas Narkotika Jakarta,” satu cap terlihat jelas, satu lagi hanya bisa dibaca dengan sinar UV.
Baca juga: TNI Bikin Gebrakan Lagi! Bentuk Batalion Olahraga, Diisi Para Atlet Berprestasi
Botol dan Antrean Napi-Sipir
Setelah melewati pengamanan berlapis, suasana bergeser ke antrean panjang narapidana.
Dari yang muda hingga lanjut usia, semua menunggu giliran dengan tertib.
Mereka mengambil botol kecil, masuk ke toilet, lalu menyerahkan sampel urine kepada petugas.
Ekspresi wajah para napi beragam: ada yang terlihat tegang, ada pula yang tampak pasrah.
Baca tanpa iklan