Ringkasan Berita:
- Eks Dubes Indonesia untuk Iran Dian Wirengjurit mengatakan berita pembakaran masjid di Iran dibesar-besarkan media Barat.
- Dian mengklaim jumlah masjid yang dibakar tidak sebanyak yang diberitakan media Barat.
- Menurut Dian, AS dan Israel terlibat dalam unjuk rasa besar-besaran di Iran.
TRIBUNNEWS.COM – Dian Wirengjurit, Duta Besar Indonesia untuk Iran periode 2012-2016, menyebut berita aksi pembakaran masjid di Iran saat unjuk rasa telah dibesar-besarkan oleh media Barat.
Menurut dia, berita-berita yang disampaikan media Barat memang ada benarnya, tetapi kerap atau cenderung dibesar-besarkan.
“Pembakaran masjid memang ada, tapi jumlahnya tidak seperti yang diberitakan oleh media Barat,” kata dia dalam acara Kabar Petang di tvOne, Senin, (12/1/2026).
Dia berkata media Barat menyampaikan sudah ada 31 masjid yang dibakar. Namun, menurut dia, jumlah itu tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.
“Jumlah itu dibesar-besarkan karena saya masih punya komunikasi langsung dengan teman-teman, baik dari masyarakat Indonesia, orang Iran, maupun diplomat di Teheran. Itu menyatakan yang berlainan,” ujarnya.
Kata Dia, teman-temannya menggambarkan bahwa demo di Iran dilakukan oleh masyarakat, anak muda, dan generasi milenial yang tidak tahu apa yang dirasakan oleh generasi sebelumnya.
Dia menyebut generasi masyarakat Iran sebelum Revolusi 1979 merasakan sendiri pahitnya hidup di bawah monarki Shah Reza yang didukung oleh AS.
Mengenai unjuk rasa yang berujung kekerasan di Iran, eks dubes itu meyakini ada keterlibatan AS di baliknya.
“Kerusuhan di mana pun, apa lagi di negara-negara yang menjadi sasaran Amerika Serikat (AS), selalu tidak akan lepas dari tindakan-tindakan yang brutal, anarkis,” kata Dian.
Dia kemudian meminta masyarakat mengingat aksi unjuk rasa yang terjadi dua tahun silam.
“Ada seorang diplomat Inggris, bahkan maaf duta besarnya, ditangkap di kerumunan demo. Tapi ketika ditangkap, alasannya duta besar itu baru selesai cukur rambut katanya. Tapi cukur rambut di daerah yang lagi ramai. Buat saya, itu saja bisa dijadikan pertanyaan,” kata Dian.
“Apa mungkin seorang duta besar Barat keliaran di antara demonstran sendirian?” tanya dia.
Baca juga: Iran Tak Minat Perang, tapi Siap Jika AS Pilih Intervensi Militer
Dian tidak menjelaskan siapa dubes yang dimaksudnya. Namun, pada tahun 2020 ada peristiwa penangkapan terhadap Rob Macaire, Dubes Inggris untuk Iran, di tengah aksi demonstrasi.
Kantor berita Iran Tasnim saat itu melaporkan Macaire ditangkap bersama dengan sejumlah orang yang diduga melakukan provokasi aksi kekerasan. Macaire dilepaskan setelah ditahan lebih dari satu jam.
Dian mengklaim sudah menjadi rahasia umum bahwa AS dan para kaki tangannya seperti Israel selalu berusaha menggoyang pemerintahan yang tidak sejalan dengan kepentingannya, misalnya pemerintahan Ali Khamenei.
“Mereka ingin kembali berpengaruh dan berperan terhadap Iran yang memang punya sumber daya alam luar biasa,” ucap Dian.
Dian lalu menyinggung Venezuela yang menjadi target AS. Negara di Amerika Latin itu memiliki cadangan minyak dan gas yang sangat besar.
“Di Timur Tengah siapa? Ada beberapa negara, tapi Iran termasuk salah satu yang memiliki cadangan luar biasa di bidang minyak dan gas.”
Mengenai apakah aksi demonstrasi di Iran akan menggoyang pemerintahan Ali Khamenei, Dian merasa hal itu masih terlalu jauh. Alasannya, aksi unjuk rasa tandingan yang mendukung rezim Khamenei juga mulai bergerak.
Dian mengatakan Iran hingga saat ini masih bisa bertahan meskipun dihujani sanksi oleh Barat.
“Semangat peradaban, semangat keyakinan kepada kepercayaan Islamnya yang dikatakan Syiah, tidak akan membiarkan negara mana pun bisa memporak-porandakan Iran.”
Baca juga: Trump Ancam Negara yang Berbisnis dengan Iran Terancam Tarif 25 Persen AS, Ada China hingga Rusia
Pembakaran masjid
Beberapa hari lalu muncul video viral yang memperlihatkan api berkobar di sebuah masjid besar di Kota Teheran.
Asap membubung tinggi dari masjid itu. Di sekeling masjid terdapat banyak sekali orang yang berkumpul. Mereka terdengar meneriakkan yel-yel.
Pembakaran ini diberitakan media-media Barat, misalnya NBC, New York Post, Euro News, CNN, BBC, dan lainnya.
Media pemerintah Iran Press TV juga turut memberitakannya. Menurut Press TV, masjid yang dibakar adalah Masjid Al-Rasool di kawasan Saadat Abad.
Saat ini dilaporkan ada ratusan orang di Iran yang tewas dalam aksi unjuk rasa. Sementara itu, Tasnim memberitakan ada 109 aparat keamanan yang tewas karena kerusuhan.
Aksi protes itu berawal dari unjuk rasa beberapa pengusaha di Kota Teheran karena mata uang Iran mengalami depresiasi parah pada bulan Desember 2025.
Unjuk rasa kemudian meluas. Para demonstran mengeluhkan situasi ekonomi di Iran, dugaan korupsi, dan kesalahan pemerintah dalam mengurus negara.
Adapun pemerintah Iran menuding AS dan Israel berada di balik unjuk rasa yang berujung ricuh.
(Tribunnews/Febri)
Baca tanpa iklan