"Pisowanan Ageng tuh benar-benar mendewakan orang yang disowani."
Roy pun menilai, seharusnya Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis bertemu dengan Jokowi di tempat yang netral agar tidak terkesan kehilangan martabat.
Sehingga, pertemuan di kediaman Jokowi ini menurutnya adalah hal yang konyol, sekaligus mengesankan bahwa Eggi dan Damai sudah merendahkan harga diri mereka.
"Gimana enggak mendewakan? Kalau memang mau datang ya, mungkin agar bisa sama-sama bermartabat, ajak aja ketemu di tempat yang netral," ujar Roy.
"Harusnya kan begitu. Tapi kok mendatangi rumahnya? Ini kan konyol banget gitu loh."
"Jadi, artinya kan sudah benar-benar merendahkan diri serendah-rendahnya, kemudian sejatuh-jatuhnya itu, dan sekarang kan jelas terlihat di berbagai pemberitaan, di berbagai komentar, di berbagai WA grup, berbagai grup-grup sosial media."
Kata Damai Hari Lubis dan Eggi Sudjana Soal Pertemuan dengan Jokowi
Damai Hari Lubis dan Eggi Sudjana telah buka suara soal kunjungan mereka ke rumah Jokowi di Solo, Jawa Tengah.
Damai membenarkan bahwa dirinya dan Eggi Sudjana ke rumah Jokowi untuk melunasi 'utang' bertemu dalam agenda Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) pada 16 April 2025 lalu.
"Benar, karena Eggi minta ditemani oleh saya, di mana Eggi merasa terbebani karena saat 16 April 2025 pada waktu TPUA ke Solo agenda silaturahmi Eggi tidak hadir karena faktor sakit," kata Damai Hari Lubis kepada Tribunnews.com dikutip Minggu (11/1/2026).
"Sehingga ke Solo ini merupakan bagian langkah langkah agenda internal organisasi TPUA yang layak dijalankan," sambungnya.
Damai mengklaim, pertemuan itu dilakukan karena situasi dan kondisi yang terindikasi ada yang ingin memecah belah kekompakan TPUA oleh eksternal.
Namun, ia tak menjelaskan secara pasti siapa sosok eksternal yang dimaksud.
"Akhirnya pada titik kesimpulan faktor pecah belah ini hanya dapat diredam dengan kebijakan khusus oleh 2 orang tokoh senior di TPUA semata demi kebaikan, berikut dengan segala beban pertanggungjawaban moral organisasi terbatas hanya kepada para tokoh pendiri TPUA," ungkapnya.
Lebih lanjut, Damai Hari Lubis menyebut tidak mau ambil pusing soal anggapan jika mereka berdua mendatangi Jokowi untuk meminta maaf mengingat status keduanya yang menjadi tersangka atas laporan Jokowi.
Baca tanpa iklan