News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Gen Z Nilai Kerusakan Alam Ancaman Serius bagi Ketahanan Nasional

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KERUSAKAN ALAM - Mayoritas Generasi Z (Gen Z) di Indonesia menilai bahwa kerusakan lingkungan hidup merupakan ancaman langsung terhadap ketahanan nasional. (IST)

Dikutip dari Kompas.id, kekhawatiran generasi Z akan kualitas lingkungan alam ini tertangkap dari survei yang dilakukan lembaga riset global Deloitte. 

Survei ini melibatkan 23.482 responden muda di 44 negara dengan rincian 14.751 responden gen Z (responden lahir 1995-2006) dan 8.731 responden generasi milenial (responden lahir 1983-1994). 

Hasil survei ini dipublikasikan dalam laporan ”2025 Gen Z and Millennial Survey Growth and the Pursuit of Money, Meaning, and Well-being” pada Mei 2025.

Temuan survei menunjukkan, terdapat 65 persen responden gen Z dan 63 persen responden milenial dari 44 negara yang disurvei merasa khawatir atau cemas terhadap keadaan lingkungan alam sekitarnya. Kecemasan ini terpantau sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang terangkum dalam publikasi ”2024 Gen Z and Millennial Survey 2024: Living and Working with Purpose in a Transforming World”. 

Pada 2024, terdapat 62 persen responden gen Z yang menyatakan khawatiran atau cemas terhadap masalah kualitas lingkungan alam. Sementara, proporsi kekhawatiran untuk generasi milenial mencapai 59 persen.

Menariknya, kekhawatiran yang lebih dalam diungkapkan oleh responden generasi muda di Tanah Air. 

Kaum muda di Indonesia yang menjadi responden survei Deloitte 2025 mencapai 535 orang dengan rincian 326 responden gen Z dan 209 responden milenial. Hasil survei menunjukkan mayoritas responden (89 persen) gen Z dan 84 persen responden milenial di Indonesia merasa cemas dengan kondisi lingkungan alam sekitarnya.

Kekhawatiran generasi muda akan masa depan peradabannya ini bukan tanpa alasan. Organiasi Meteorologi Dunia (WMO) melaporkan ”Keadaan Iklim Global 2024” dengan catatan bahwa pada 2024 suhu Bumi kian panas mencapai 1,5 derajat celsius di atas rata-rata tahun 1850-1900 atau masa pra-industri.

Baca juga: Bicara Perubahan Iklim, Megawati Soekarnoputri Tekankan Prinsip ‘Memayu Hayuning Bawana’

WMO juga mencatat kenaikan tiga kali lipat jumlah karbon dioksida di atmosfer dibandingkan pada tahun 1960. Salah satu penyebabnya ialah kontribusi dari kebakaran hutan/lahan dan berkurangnya penyerapan karbon dioksida oleh lautan dan daratan. Meningkatnya karbon dioksida di atmosfer dapat mengakibatkan pemanasan global yang membuat kenaikan suhu Bumi dan perubahan iklim.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini