TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Persoalan ensiunan Pekerja Migran Indonesia (PMI) usai kembali ke Tanah Air perlahan menemukan solusi.
Sebuah studio UMKM digital gratis di Kelapa Gading, Jakarta Utara, jadi salah satu upaya konkret mendorong Purna PMI beralih menjadi wirausahawan berbasis teknologi.
Adapun studio yang berlokasi di Komplek Kokan Permata Kelapa Gading itu bukan sekadar fasilitas, melainkan jawaban atas tantangan pasca penempatan PMI, khususnya dalam menciptakan sumber penghidupan yang berkelanjutan.
Dirjen Pelindungan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran (PPMI) Rinardi mendukung adanya upaya swasta dalam memperkuat perlindungan PMI hingga masa purna tugas.
Menurutnya, tantangan PMI tidak berhenti saat mereka pulang ke Indonesia, tetapi justru dimulai ketika harus membangun kehidupan baru.
“Inisiatif ini sangat relevan. Purna PMI membutuhkan dukungan nyata agar mampu mandiri secara ekonomi dan tidak kembali terjebak dalam siklus migrasi,” ujar Rinardi kepada wartawan, Kamis (15/1/2026),
Smeentara itu, Direktur Utama Naremax Marco Lau Santosa mengatakan selama ini Purna PMI sering kembali tanpa ekosistem usaha yang kuat.
"Kami ingin memutus mata rantai itu. Kami tidak hanya menyediakan alat, tapi membangun ekosistem wirausaha digital,” ujar Marco.
Studio UMKM Naremax, dikatakan Marco, dilengkapi peralatan produksi konten digital berstandar profesional, mulai dari podcast, video promosi, hingga live streaming. Seluruh fasilitas tersebut dapat diakses secara gratis oleh Purna PMI dan pelaku UMKM.
Model ini dinilai strategis karena menekan hambatan modal awal yang kerap menjadi kendala utama bagi Purna PMI yang ingin memulai usaha.
“Digitalisasi membuka peluang pasar yang jauh lebih luas. Tapi tanpa akses alat dan pendampingan, itu sulit dicapai. Studio ini menjembatani kesenjangan tersebut,” kata Marco.
Tak hanya ruang fisik, Super Apps sebagai platform terintegrasi pemasaran, branding, dan pendampingan bisnis digital bagi alumni program inkubasi juga tengah digodok.
"Platform ini ditujukan untuk memperluas jangkauan pasar produk UMKM sekaligus memperkuat daya saing mereka di era ekonomi digital," tandasnya.
Sebelumnya, Penempatan pekerja migran Indonesia telah mencapai 110,5 persen dari target tahun ini, kata Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin pada Kamis (18/12).
Baca tanpa iklan