Ringkasan Berita:
- Aktivis Eggi Sudjana tengah berjuang melawan penyakit kanker stadium 4
- Eggi Sudjana saat ini sedang berada di Malaysia untuk pengobatan
- Eggi ke Malaysia 16 Januari 2026 dengan alasan berobat kanker
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktivis Eggi Sudjana tengah berjuang melawan penyakit kanker stadium 4 yang dideritanya.
Kondisi kesehatan aktivis tersebut menjadi perhatian publik setelah kabar sakitnya disampaikan oleh kuasa hukum Eggi, Elida Netti.
Baca juga: Polda Metro Cabut Status Tersangka Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Lewat Restorative Justice
Eggi Sudjana saat ini sedang berada di Malaysia untuk pengobatan terkait penyakit yang dideritanya.
"Iya Pak Eggi kan bisa jalan, bisa nyetir cuma kan kankernya di usus. Dia dijemput oleh keponakannya yang kerja di Samsung. Jadi pas isi bensin terus dia pengin coba (mobil) karena Bang Eggi ini ke mall bisa, main jalan. Dia gak pernah liatin sakitnya," ungkap Elida kepada wartawan, Senin (19/1/2026).
Baca juga: Usai Dapat Restorative Justice dari Jokowi, Eggi Sudjana Semangati Roy Suryo: Brother Terus Berjuang
Eggi ke Malaysia 16 Januari 2026 dengan alasan berobat kanker, sehari setelah status tersangka yang disandangnya dicabut oleh polisi dalam kasus tuduhan ijazah palsu Jokowi.
Jadi Alasan Restorative Justice
Polda Metro Jaya resmi menghentikan penyidikan kasus dugaan fitnah terkait tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menjerat Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, dengan diterbitkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) setelah para pihak menempuh restorative justice (RJ).
Restorative justice adalah pendekatan penyelesaian perkara pidana yang menekankan pada pemulihan hubungan antara pelaku, korban, dan masyarakat, bukan sekadar penghukuman.
Elida menegaskan bahwa penghentian perkara (SP3) kliennya murni didasari alasan kemanusiaan dan kesehatan, bukan karena suap miliaran rupiah sebagaimana yang dituduhkan publik.
Elida mengungkapkan bahwa Eggi Sudjana saat ini tengah berjuang melawan penyakit kanker stadium 4, sebuah fakta yang menjadi alasan kuat di balik "diplomasi damai" dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Hal itu diungkapkan Elida Netti seperti dikutip dari Wartakotalive.
Elida menceritakan momen haru saat ia berhasil mempertemukan Eggi Sudjana dan Jokowi di Solo.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat selama 90 menit tersebut, nuansa perseteruan hukum mencair menjadi silaturahmi personal.
"Pak Jokowi sangat rendah hati. Beliau menyapa Bang Eggi dengan mengenang masa lalu tahun 2006 saat beliau meminta bantuan LBH kepada Bang Eggi. Di situ Bang Eggi bercerita soal sakitnya, bahkan menunjukkan kondisi fisiknya yang terus mengeluarkan darah," ungkap Elida Netti.
Baca tanpa iklan