News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kementerian Agama: Masjid Pusat Pembinaan Umat dan Kesadaran Ekologis

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KESADARAN EKOTEOLOGI - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ditjen Bimas Islam di Jakarta. Dalam kesempatan itu, dia menekankan pada peran strategis Masjid untuk membangkitkan kesadaran ekoteologi bagi umat dan masyarakat.

Kemenag: Masjid Pusat Pembinaan Umat dan Kesadaran Ekologis

Fahdi Fahlevi/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, mengatakan pihaknya terus melakukan pengarusutamaan ekoteologi dalam berbagai program pembinaan umat.

Hal itu dilakukan mulai dari pengembangan hutan wakaf hingga pembangunan Kantor Urusan Agama (KUA) berkonsep ramah lingkungan.

Sebagai informasi, ekoteologi merupakan perpaduan antara pendekatan-pendekatan agama dengan isu-isu lingkungan.

Baca juga: Perkuat Ekoteologi, Kemenag Imbau Guru-guru PAI Ikut Lakukan Penanaman Pohon

Secara sederhana, konsep itu bisa dimaknai bagaimana kita menyelesaikan permasalahan-permasalahan lingkungan dengan pendekatan agama.

Menurut Abu Rokhmad, ekoteologi tidak boleh berhenti sebagai wacana, tetapi harus menjadi perilaku nyata umat dalam kehidupan sehari-hari. 

"Ekoteologi adalah bagian dari nilai keislaman. Iman tidak hanya tercermin dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam kepedulian terhadap lingkungan," ujarnya.

Hal tersebut dikatakan Abu Rokhmad dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ditjen Bimas Islam di Jakarta.

Rakernas mengusung tema “Menyiapkan dan Melayani Umat Masa Depan” dengan tagline “Terwujudnya Implementasi Perilaku Ekoteologis di Masyarakat”.

KESADARAN EKOTEOLOGI - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ditjen Bimas Islam di Jakarta. Dalam kesempatan itu, dia menekankan pada peran strategis Masjid untuk membangkitkan kesadaran ekoteologi bagi umat dan masyarakat.

Program Berbasis Lingkungan

Ditjen Bimas Islam, kata Abu Rokhmad, telah menjalankan sejumlah program berbasis lingkungan.

Salah satunya pembangunan 154 KUA dengan konsep green building yang ramah lingkungan.

Selain itu, terdapat program wakaf pohon yang melibatkan 1,5 juta calon pengantin, serta pengembangan Hutan Wakaf seluas 40 hektare di 11 lokasi yang disinergikan dengan IPB, MOSAIC, dan Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Abu Rokhmad juga menekankan peran masjid sebagai pusat edukasi ekoteologi.

Saat ini, terdapat 1.507 masjid pilot yang dikembangkan sebagai masjid ramah lingkungan. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini