News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pengamat: Kedatangan Rafale Bukti Serius Indonesia Jaga Kedaulatan Udara

Penulis: Muhammad Zulfikar
Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

JET TEMPUR CANGGIH - Jet tempur Rafale buatan Prancis saat mengisi bahan bakar sambil tetap mengudara. Indonesia dikabarkan akan membeli jet tempur canggih ini.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia kembali bertambah.

Tiga unit pesawat jet tempur Dassault Rafale pesanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI untuk TNI Angkatan Udara dijadwalkan tiba di Indonesia dalam beberapa hari ke depan.

Dassault Rafale adalah jet tempur multirole generasi 4.5 buatan Prancis yang dirancang untuk menjalankan berbagai misi sekaligus: pertempuran udara, serangan darat, pengintaian, hingga operasi maritim.

Pesawat ini digunakan oleh Angkatan Udara dan Angkatan Laut Prancis, serta telah diekspor ke sejumlah negara termasuk India, Mesir, Qatar, Kroasia, dan kini Indonesia.

Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas  Kertopati mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh ISDS (sumber berita), proses serah terima ketiga pesawat tersebut akan berlangsung di Jakarta pada 29 Januari 2026.

"Pembelian 42 pesawat jet Rafale dan beberapa jet F-15 Ditujukan untuk penegakan kedaulatan wilayah udara Indonesia," kata Susaningtyas melalui pesan songkatmya, Sabtu (24/1/2026). 

Wanita yang akrab disapa Nuning itu menuturkan, sebagaimana ketentuan internasional, pembelian pesawat jet tempur tidak saja untuk kepentingan tempur mendesak seperti halnya di Ukraina.

Dikatakannya pembelian pesawat jet tempur untuk Indonesia adalah untuk kepentingan penegakan kedaulatan dan penegakan hukum di wilayah udara Indonesia.

"Beberapa kali pelanggaran udara  dilakukan oleh pesawat jet tak dikenal atau dikenal juga dengan Black Flight," kata Nuning yang merupakan mantan anggota Komisi I DPR RI itu. 

Menurutnya, sesuai hukum udara internasional, pemerintah Indonesia dan TNI AU wajib menyelenggarakan penegakan kedaulatan di wilayah udara, dan bahkan di wilayah ruang angkasa.

"Jumlah pesawat jet tempur yang akan dibeli juga masih dalam kategori minimal karena kalkulasinya hanya untuk beroperasi pada ruang udara di atas wilayah daratan dan lautan Indonesia," ujarnya. 

Nuning berpendapat, diplomasi pertahanan yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto ke sejumlah negara terbilang terobosan yang cerdas. Beliau mampu melakukan diskusi ilmiah langsung dengan para menteri pertahanan negara-negara maju.

"Kemampuan komunikasi dan bahasa internasional yang dikuasai mendukung diplomasi pertahanan," tuturnya. 

Fakta Utama Kedatangan Jet Rafale

  • Jumlah pesawat: 3 unit Rafale generasi 4.5 (batch pertama).
  • Asal keberangkatan: Bandara Bordeaux-Merignac, Prancis.
  • Lokasi kedatangan: Lanud Roesmin Noerjadin, Pekanbaru, Riau, sebelum serah terima di Jakarta.

Mengapa Rafale Penting untuk Indonesia?

Omnirole Fighter: Rafale mampu menjalankan berbagai misi sekaligus—dogfight udara, serangan darat, pengintaian, hingga operasi anti-kapal.

Modernisasi alutsista: Kehadiran Rafale menandai langkah besar TNI AU dalam memperkuat pertahanan udara.

Generasi 4.5: Lebih canggih dibanding jet tempur generasi sebelumnya, dengan avionik mutakhir dan kemampuan multi-misi.

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini