News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

BRIN dan Perguruan Tinggi Satukan Arah, Peta Jalan Riset Nasional Disiapkan hingga Tahun 2050

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RISET DAN INOVASI PENDIDIKAN - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menjadi pembicara dalam kegiatan U25 Leaders Forum 2026. Dalam forum tersebut mempertemukan rektor Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) se-Indonesia di IPB University Bogor, Kamis (22/1/2026).

Ringkasan Berita:

  • BRIN bersama Kemdiktisaintek dan perguruan tinggi negeri menyepakati satu peta jalan riset dan inovasi nasional.
  • Roadmap mencakup delapan fokus utama.
  • BRIN berperan memproyeksikan perkembangan teknologi hingga tahun 2050.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dengan perguruan tinggi negeri di Indonesia, lewat satu peta jalan riset dan inovasi untuk mendukung prioritas nasional.

Peta jalan riset bersama ini merupakan hasil kolaborasi BRIN dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Kepala BRIN Arif Satria menegaskan, BRIN tidak bisa bergerak sendiri, terutama untuk mendukung riset dan penyelesaian masalah di daerah-daerah. Sehingga, dalam hal ini BRIN membutuhkan peran perguruan tinggi.

“Karena rektor yang membawahi perguruan tinggi negeri ini merupakan pilar yang sangat penting baik kemajuan riset di Indonesia. BRIN tidak bisa sendiri. Ini perlu berkolaborasi karena kita perlu satu payung riset bersama,” ujar Arif usai kegiatan U25 Leaders Forum 2026, forum yang mempertemukan rektor Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) se-Indonesia di IPB University Bogor, Kamis (22/1/2026).

Arif menjelaskan, ia dan Mendiktisaintek Brian Yuliarto telah menyepakati satu peta jalan riset dan inovasi nasional, yang memiliki delapan agenda.

Delapan agenda tersebut yakni kedaulatan pangan, kedaulatan energi, ketahanan air dan pengembangan lingkungan hidup berkelanjutan, kedaulatan kesehatan, penguatan industri strategis, penguatan ketahanan sosial dan masyarakat, pengembangan kedirgantaraan dan keantariksaan, serta pengembangan ketenaganukliran.

“Jadi itu akan menjadi panduan dan juga acuan bagi para periset di Indonesia, ketika kita melakukan riset maka acuannya apa? Ya peta jalan atau payung riset yang disusun bersama. Ini adalah sebuah terobosan untuk memperkuat riset agar bisa berjalan lebih efisien, efektif dan juga terarah,” jelasnya.

Fasilitas BRIN di daerah

Arif berharap berbagai fasilitas BRIN yang ada di daerah bisa diperkuat oleh perguruan tinggi.

Sehingga BRIN dan perguruan tinggi bisa mendukung kebutuhan pembangunan di daerah dan menyelesaikan masalah yang ada di dalamnya.

Di sisi lain, ia melanjutkan BRIN punya peran penting untuk mem-forecast teknologi masa depan.

Sebab riset harus diproyeksikan untuk menyongsong teknologi yang akan bergembang pada tahun 2035, 2040, 2045, hingga 2050.

“Sehingga kita tidak ketinggalan dalam banyak hal dengan negara-negara lain. Karena kita mempersiapkan sejak dini, karena kita mampu untuk memproyeksikan teknologi tersebut,” ujar Arif.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini