News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Cara Melihat Fenomena Pink Moon 1-2 April 2026 di Indonesia, Catat Waktu Terbaiknya

Penulis: Farrah Putri Affifah
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI BULAN - Fase fenomena alam gerhana bulan total atau blood moon terlihat di langit Jakarta pada Senin dini hari (8/9/2025). Awal April 2026 dibuka dengan fenomena langit yang menarik perhatian, yakni kemunculan Pink Moon.  TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM -  Awal April 2026 dibuka dengan fenomena langit yang menarik perhatian, yakni kemunculan Pink Moon. 

Pink Moon adalah istilah yang digunakan untuk menyebut bulan purnama yang terjadi setiap bulan April. 

Meski namanya terdengar unik, fenomena ini tidak membuat Bulan benar-benar berwarna merah muda.

Sebutan “Pink Moon” berasal dari tradisi masyarakat Amerika Utara yang mengaitkannya dengan mekarnya bunga phlox berwarna pink sebagai penanda datangnya musim semi. 

Penamaan ini telah digunakan sejak ratusan tahun lalu dalam kalender musiman. 

Pada tahun 2026, Pink Moon akan terjadi pada 1–2 April, dengan puncak fase purnama yang dapat diamati dari Indonesia pada pagi hari tanggal 2 April.

Walaupun puncaknya terjadi di pagi hari, Bulan akan tampak hampir penuh sejak malam 31 Maret hingga 2 April, dikutip dari livespance.com.

Artinya, masyarakat Indonesia tetap bisa menyaksikan keindahannya pada malam hari dengan kondisi yang hampir sama terang.

Fenomena ini juga dikenal sebagai bulan purnama pertama musim semi di Belahan Bumi Utara, meskipun wilayah Indonesia yang berada di garis khatulistiwa tetap dapat menikmati pemandangannya dengan jelas.

Istilah Pink Moon tidak muncul begitu saja. 

Nama ini populer melalui The Old Farmer's Almanac, sebuah publikasi lama yang mencatat berbagai fenomena alam dan musim.

Baca juga: Fenomena Pink Moon April 2026, Ini Waktu Puncak dan Fakta Menariknya

Bunga phlox yang berwarna merah muda menjadi inspirasi utama penamaan ini karena biasanya mekar pada April di Amerika Utara. 

Dengan kata lain, Pink Moon lebih mencerminkan perubahan musim dibandingkan tampilan visual Bulan.

Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Andi Pangerang, menjelaskan bahwa setiap bulan purnama memiliki nama khas yang disesuaikan dengan fenomena alam yang terjadi di waktu tersebut.

"Bunga ini (phlox) hanya tumbuh di benua Amerika, sehingga warna pink bukan merujuk pada purnama yang berwarna pink melainkan fenomena musim yang mencirikan purnama tersebut. Setiap purnama memiliki namanya masing-masing disesuaikan dengan musim yang terjadi saat itu,” kata Andi, dikutip dari brin.go.id.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini