TRIBUNNEWS.COM - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menilai pidato Presiden Prabowo Subianto pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026), membuat posisi Indonesia berada satu tingkat lebih tinggi di kancah internasional.
Hal itu disampaikan Sugiono di Bad Ragaz, Swiss, pada Jumat, 23 Januari 2026.
"Saya kira ini membuat posisi Indonesia saat ini di dunia internasional berada di dalam satu tingkat yang saya kira jauh lebih tinggi."
"Kita ada bersama-sama dengan negara-negara lain dan menjadi negara yang diperhitungkan di dalam percaturan politik internasional," ujarnya, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (24/1/2026).
Sugiono menyebut, dalam pidatonya Prabowo menyampaikan arah kebijakan ekonomi pemerintah Indonesia selama kurang lebih 15 bulan ini.
"Disampaikan bahwa upaya-upaya yang kita lakukan meliputi reformasi struktural, kemudian perbaikan-perbaikan governance, termasuk penertiban-penertiban hal-hal yang irreguler selama ini dan ilegal. Kemudian meningkatkan efisiensi dari pemerintahan itu sendiri," terang Sugiono.
Kemudian, Kepala Negara juga menyampaikan program-program yang dilakukan oleh pemerintah di bidang investasi sumber daya manusia (SDM).
"Karena tanpa sumber daya manusia yang berkualitas, apa yang kita inginkan dan kita cita-citakan bagi bangsa kita itu tidak akan terwujud."
"Dan dari beberapa respons yang kami dapatkan, dunia internasional menyambut baik pidato tersebut," ucap Sugiono.
Sorotan Ketua DPD RI
Terpisah, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Baktiar Najamudin, menilai upaya Presiden Prabowo dalam menyiapkan SDM unggul melalui berbagai program prioritas pemerintah merupakan strategi krusial.
Menurut Sultan, langkah tersebut bukan hanya soal pembangunan dalam negeri, melainkan bagian dari agenda besar untuk meningkatkan pengaruh Indonesia di kancah internasional.
Baca juga: Pidato di WEF Davos 2026, Prabowo Sampaikan Eksistensi dan Ketangguhan Ekonomi Indonesia
Hal ini disampaikan Sultan saat dimintai pandangannya terkait pidato Presiden Prabowo Subianto di WEF 2026 yang digelar di Davos.
"Sebagai bangsa kita patut bangga dan mengapresiasi pidato Presiden yang lugas dan tegas menyerukan perdamaian dan stabilitas dunia," kata Sultan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (23/1/2026).
"Statement diplomatik yang tegas di tengah turbulensi geopolitik ini mensyaratkan stabilitas nasional yang meyakinkan," ujar Sultan menambahkan.
Baca tanpa iklan