Ia mengungkapkan, kesungguhan Presiden dalam menyiapkan SDM dan menata ulang sistem perekonomian nasional sesuai Pasal 33 UUD 1945 bertujuan agar posisi tawar Indonesia semakin diperhitungkan oleh dunia internasional.
Mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu mencontohkan sederet program terintegrasi yang dinilai saling mendukung visi tersebut.
"Presiden sungguh-sungguh menyiapkan kualitas SDM generasi muda Indonesia dengan sederet program yang terintegrasi dan saling mendukung. Seperti lembaga investasi Danantara, swasembada pangan, MBG, Sekolah Rakyat, Cek Kesehatan Gratis, membangun Universitas Unggul, Koperasi Merah Putih hingga program kampung nelayan," tuturnya.
Menurut Sultan, program-program vital tersebut tidak hanya efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan, tetapi juga mendorong pemerataan pembangunan hingga ke daerah-daerah terluar Indonesia.
"Dengan capaian positif di dalam negeri dalam satu pemerintahan, Presiden Prabowo dapat konsisten dan percaya diri menyerukan stabilitas dunia di hadapan pemimpin serta elit global," imbuhnya.
Dalam WEF di Davos, Prabowo tampak memamerkan program unggulannya, salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut dia, program MBG tersebut telah menciptakan 600.000 pekerjaan. Saat ini, terdapat 61 ribu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta korporasi menjadi bagian dari rantai pasok program MBG.
Ketua Umum Partai Gerindra itu beroptimis bahwa program MBG akan menciptakan 1,5 juta lapangan pekerjaan di Indonesia.
Selain itu, Prabowo juga berkomitmen melakukan pemberantasan kemiskinan ekstrem di Indonesia dalam empat tahun.
Adapun caranya melalui pendidikan, seperti program Sekolah Rakyat hingga papan interaktif digital (PID) ke seluruh sekolah di Indonesia.
Dalam forum itu, Prabowo juga menggaungkan perdamaian internasional daripada kekacauan.
Prabowo menyampaikan peribahasa yang kerap diutarakannya, yakni "Seribu sahabat terlalu sedikit bagi kami, satu musuh terlalu banyak".
(Tribunnews.com/Deni/Fersianus)
Baca tanpa iklan