Peringatan ini pertama kali diselenggarakan oleh LMR pada pertengahan 1960-an, dilanjutkan oleh Direktorat Gizi Masyarakat sejak 1970-an, dan hingga kini menjadi agenda resmi Kementerian Kesehatan RI.
Pada Hari Gizi Nasional 2026, tema yang diangkat adalah “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal”, yang menekankan pentingnya memanfaatkan sumber pangan dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional.
2. World Leprosy Day (Hari Kusta Sedunia)
Selain menjadi momen penting bagi isu gizi, 25 Januari juga diperingati secara global sebagai World Leprosy Day atau Hari Kusta Sedunia, yang jatuh setiap hari Minggu terakhir bulan Januari.
Peringatan ini bertujuan untuk mengingatkan dunia bahwa kusta masih ada, meskipun sering dianggap sebagai penyakit masa lalu, terutama di negara-negara maju.
Kusta, atau yang dikenal sebagai penyakit Hansen, merupakan penyakit menular kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae.
Penyakit ini menyerang sistem saraf dan dapat berdampak pada kulit, mata, saluran pernapasan, serta anggota tubuh seperti tangan dan kaki.
Kerusakan saraf yang terjadi sering kali menyebabkan hilangnya sensasi rasa sakit, sehingga penderita tidak menyadari luka atau cedera yang dialaminya.
Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berujung pada kerusakan permanen hingga kehilangan anggota tubuh.
Nama penyakit Hansen diambil dari Gerhard Henrik Armauer Hansen, seorang dokter asal Norwegia yang pertama kali mengidentifikasi bakteri penyebab kusta.
Untuk menyoroti dampak medis sekaligus sosial dari penyakit ini, filantropis asal Prancis Raoul Follereau menetapkan Hari Kusta Sedunia pada tahun 1954, dikutip dari National Today.
Di India, peringatan ini memiliki makna khusus karena diperingati setiap 30 Januari, bertepatan dengan hari wafat Mahatma Gandhi, sebagai bentuk penghormatan atas kepedulian dan empatinya terhadap para penderita kusta.
Meski kini kusta dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat, stigma sosial masih menjadi persoalan serius, terutama di negara-negara dengan jumlah kasus tinggi seperti India, Brasil, dan Indonesia.
Diskriminasi, pengucilan, dan keterbatasan akses layanan kesehatan masih sering dialami penderita.
Melalui Hari Kusta Sedunia, dunia diingatkan untuk tidak melupakan penyakit ini dan memastikan setiap penderita dapat memperoleh pengobatan serta hidup secara bermartabat.
Baca juga: Badan Gizi Nasional Dorong Pelibatan Masyarakat untuk Jamin Pasokan Bahan Baku MBG
3. Opposite Day (Hari Kebalikan)
Di tengah peringatan yang sarat pesan kesehatan dan kemanusiaan, tanggal 25 Januari juga dikenal sebagai Opposite Day atau Hari Kebalikan, sebuah perayaan tidak resmi yang bernuansa humor dan refleksi filosofis.
Baca tanpa iklan