TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ahli Filsafat Rocky Gerung meyakini bahwa objek perkara ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo asli.
Hal itu disampaikan sebelum pemeriksaannya sebagai saksi ahli di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (27/1/2026).
Pernyataan Rocky soal ijazah Jokowi asli bentuk sindiran atau kalimat satire.
"Saya mau membela bahwa ijazah itu asli, itu yang saya bela, ijazahnya asli, orangnya yang palsu. Ya, semua ijazah pasti asli, dong," ungkapnya.
Menurutnya selama ini yang diperjuangkan Roy Suryo Cs meminta Jokowi menunjukkan ijazah aslinya keliru.
Seharusnya yang diminta adalah ijazah Jokowi yang palsu.
"Nah, kesalahan kalian itu adalah minta Jokowi nunjukin ijazah aslinya masalahnya di situ minta tunjukin ijazah palsumu begitu dong," imbuhnya.
Baca juga: Roy Suryo Dampingi Rocky Gerung di Polda Metro Jaya: No Rocky, No Party
Soal asli dan palsu, Rocky juga menilai terjadi di level pemimpin negara.
Rocky mengatakan ada dua sosok pemimpin negara saat ini.
"Iya, presidennya. Ada yang asli dan palsu," tukasnya.
Tak dijelaskan apa maksud dari perkataan Rocky tersebut.
Rocky menyebut warga negara berhak bertanya terkait polemik ijazah Jokowi ini.
Seharusnya perkara ini dapat selesai jika objek perkara ditampilkan kepada publik secara terbuka.
"Kenapa? Karena Kepala Negara kacungnya warga negara. Gitu. Masa gue tanya sama pembantu gue, dia nggak mau jawab. Ya, bener aja. Pakai otak, dong. Jangan dungu," ucap dia.
Sementara tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Roy Suryo menanggapi kehadiran Rocky.
Baca tanpa iklan